URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Salatiga berlangsung berbeda dengan kehadiran mendadak Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, yang melakukan pantauan langsung ke SMPN 06 dan SDN Tegalrejo 03 pada Senin, 14 Juli 2025. Kunjungan ini dilakukan tanpa pemberitahuan untuk melihat langsung suasana hari pertama sekolah dan memastikan pelaksanaan MPLS berjalan baik serta memberi motivasi kepada para siswa baru.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Beri Kejutan saat MPLS, Wali Kota Salatiga Datangi Dua Sekolah

Beri Kejutan saat MPLS, Wali Kota Salatiga Datangi Dua Sekolah

Beri Kejutan saat MPLS, Wali Kota Salatiga Datangi Dua Sekolah

Robby Hernawan saat kunjungi SDN Tegalrejo 03 Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ada yang beda saat hari pertama pelaksanaan MPLS di kota Salatiga. Terkejut dan kaget dirasakan oleh guru maupun siswa yang secara tiba-tiba dikunjungi oleh Wali Kota Salatiga pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.

Pantauan hari pertama Tahun Ajaran Baru itu dilakukan oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan di SMPN 06 Salatiga dan SDN Tegalrejo 03 pada Senin (14/07/2025). Robby yang masuk ke lapangan secara tiba-tiba saat diadakan upacara, membuat jajaran guru maupun siswa terkejut dan spontan bertepuk tangan.

Robby secara sengaja berkunjung ke kedua sekolah tersebut karena ingin melakukan pemantauan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tanpa melakukan pemberitahuan kepada pihak sekolah terlebih dahulu.

“Saya hadir disini karena ingin melihat bagaimana kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah. Untuk adik-adik yang baru, saya ucapkan selamat. Ini hari pertama kalian melanjutkan bangku sekolah dari SD ke SMP, semoga bisa menggali ilmu dengan sebaik-baiknya di SMP 6 yang saya lihat sungguh luar biasa suasananya, nyaman untuk belajar. Untuk kakak-kakaknya, mohon adik-adik ini dirangkul, dibimbing, tidak boleh ada bully disini. Semua harus kompak, solid, rajin belajar, kurangi buka gadgetnya, lebih seringlah membuka dan membaca buku,” ujar Robby saat memberikan nasihat kepada ratusan siswa SMPN 06 di tengah lapangan saat upacara berlangsung.

“Saya harapkan dari adik-adik sekalian ini kedepan nanti ada yang jadi Presiden Republik Indonesia, ada yang jadi Gubernur Jawa Tengah, ada yang menjadi Walikota. Ada juga yang menjadi pengusaha yang sukses yang bisa membangun Kota Salatiga ini menjadi kota yang tetap kita cintai, kota yang akan maju di kemudian hari dan menjadi kota yang mendunia,” lanjutnya sembari mendoakan para siswa menjadi orang yang sukses kelak.

Robby kemudian melanjutkan pantauannya ke SDN Tegalrejo 03. Disana, Robby hadir Ketika para guru dan siswa sedang melakukan upacara. Sontak guru dan siswa terkejut dan bertepuk tangan riuh menyambut kehadiran Wali Kota. Momen tersebut dimanfaatkan para guru dan siswa untuk menyalaminya. Robby kembali memberikan ucapan selamat kepada siswa baru sembari memberikan nasihat untuk mereka.

“Saya bangga di SD Negeri Tegalrejo 03 ini dimana di sana tertera tulisan sebagai sekolah adiwiyata. Sekolah adiwiyata adalah sekolah yang nyaman dan indah. Saya harapkan ini bisa dijaga dan dilestarikan oleh Bapak Ibu Guru, terutama oleh anak-anakku sekalian, di mana anak-anakku sekalian mulai dari sekarang harus bisa menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga suasana yang ada di sekolah ini. Apabila ini bisa dijaga terus, maka akan menjadikan suasana belajar mengajar yang jauh lebih nyaman,” pesan Robby.

Kepala Sekolah SMP N 06 Salatiga, Dwi Setyawati,M.Pd., dan Kepala Sekolah SDN Tegalrejo 03, Herning Sukmayati Winarsih,S.Pd., menyatakan keterkejutan dan kebahagiaan karena dikunjungi oleh Wali Kota Salatiga saat hari pertama MPLS tahun ini. Mereka kemudian menyampaikan kepada Wali Kota kondisi dan keadaan masing-masing sekolah.

BACA JUGA :

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved