URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Patung Penari Semarangan yang berada di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang, Jawa Tengah menjadi viral di media sosial TikTok. Meskipun patung setinggi sembilan meter itu akan diresmikan sebelum Hari Raya Idul Fitri, rencananya ditunda karena cuaca tidak mendukung dan perlu diperbaiki agar tidak menyeramkan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Patung Penari Semarangan Diperbaiki agar Terlihat Tersenyum, Anggun dan Tidak Menakutkan

Patung Penari Semarangan Diperbaiki agar Terlihat Tersenyum, Anggun dan Tidak Menakutkan

Patung Penari Semarangan Diperbaiki agar Terlihat Tersenyum, Anggun dan Tidak Menakutkan

Patung Penari Semarangan yang berada di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang, Jawa Tengah menjadi viral di media sosial TikTok. Meskipun patung setinggi sembilan meter itu akan diresmikan sebelum Hari Raya Idul Fitri, rencananya ditunda karena cuaca tidak mendukung dan perlu diperbaiki agar tidak menyeramkan.
Foto: Tangkapan Layar Tiktok @semarangprojects
Patung Penari Semarangan yang berada di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
featured-img

Viral di media sosial TikTok sebuah Patung Penari Semarangan yang berada di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang. Jika dilihat, patung tersebut didominasi dengan warna merah dan kuning. Sampai saat ini patung penari itu masih ditutup dengan kain putih.

Rencananya, patung setinggi sembilan meter itu akan diresmikan sebelum Hari Raya Idul Fitri, namun karena cuaca tidak mendukung membuat acara launching diundur. Patung yang berada di Simpang Kaliwiru itu juga memerlukan beberapa perbaikan karena dipandang menyeramkan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali menjelaskan, Patung Penari Semarangan sebenarnya sudah jadi namun perlu ada perbaikan. “Itu bangunannya sebenarnya sudah jadi namun perlu perbaikan biar tidak menyeramkan,” jelasnya saat dikonfirmasi media, Rabu (15/3/2023).

Menurutnya, patung yang berada di Simpang Kaliwiru itu perlu diperbaiki agar terlihat tersenyum, anggun dan tidak menakutkan. “Saya minta patung itu bisa tersenyum,” kata dia.

Pembuatan patung tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 miliar menggunakan dana swakelola. Saat ini, anggaran yang sudah terserap mencapai Rp 500 juta.

“Akan dilengkapi dengan selendang dan lain-lain. Diperkirakan habis Rp 1 miliar,” imbuh Ali.

Dia menjelaskan, patung tersebut berbeda dengan patung-patung yang lain. Patung Penari Semarangan diyakini bisa bergerak memutar. “Kami pakai mesin otomatis, jadi nanti patungnya bisa berputar tak hanya diam,” pungkasnya.

@handryjoe Patung ini agak serem sih, ditambah lokasinya yg gelap dan rindang 😅 #semarangstory #semarang #semarangtiktok #semaranghits #patungsemarang #semarang24jam ♬ Amityville Horror – Scary Halloween Sound Effects – Halloween Sound Effects

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved