URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tiga tim pelajar MA dan SMP Ruq Al Falah Salatiga meraih medali emas ajang I2ASPO melalui inovasi Bangerboo, Setrumku, dan Cofric. Prestasi ini diraih di Kampus UGM Yogyakarta pada 18–21 Desember 2025 sebagai bukti budaya riset dan inovasi pelajar yang berdampak nyata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelajar SMP Ruq Alfalah dan MA Salatiga Borong Medali Emas di Ajang Internasional

Pelajar SMP Ruq Alfalah dan MA Salatiga Borong Medali Emas di Ajang Internasional

Pelajar SMP Ruq Alfalah dan MA Salatiga Borong Medali Emas di Ajang Internasional

Tiga tim pelajar MA dan SMP Ruq Al Falah Salatiga meraih medali emas ajang I2ASPO melalui inovasi Bangerboo, Setrumku, dan Cofric. Prestasi ini diraih di Kampus UGM Yogyakarta pada 18–21 Desember 2025 sebagai bukti budaya riset dan inovasi pelajar yang berdampak nyata.
Foto dok IST
Tim SMP Ruq Alfalah Salatiga foto bersama usai menerima medali emas ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) di Kampus UGM)Yogyakarta, Minggu, 21 Desember 2025.
featured-img

RASIKAFM.COM  |  SALATIGA – Tiga tim pelajar delegasi Madrasah Aliyah (MA) dan SMP Ruq Alfalah Salatiga memborong medali di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang digelar di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025. Semua tim berhasil menyabet medali emas di ajang internasional yang diikuti ratusan peserta itu, melalui tiga inovasi karyanya.

Tiga inovasi yang dipresentasikan yakni, berjudul Bangerboo, Setrumku, Cofric. Tiga karya inovasi itu, berhasil menarik perhatian juri dan akhirnya berhasil meraih medali emas.

Bangerboo yang dibuat siswa MA Ruq Al Falah merupakan olahan kulit pisang, rebung, dan jahe yang dibuat menjadi biskuit sehat. Biskuit ini dibuat untuk membantu program diet badan. Sedangkan anak didik SMP Ruq Al Falah Salatiga menampilkan dua inovasi yakni Setrumku dan Cofric.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Ruq Al Falah Salatiga, Nur Aini Dewi Rahmawati menjelaskan, Setrumku merupakan pengembangan teknologi energi hibrida yang memadukan panel surya dan pijakan kaki siswa untuk dikonversi menjadi energi listrik. Energi tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai public charging station di perpustakaan sekolah.

“Inspirasinya dari teknologi di Jepang, pijakan kaki yang bisa menghasilkan listrik. Tapi karena energi dari langkah kaki saja kecil, anak-anak mengembangkan konsep hybrid dengan panel surya,” jelasnya saat ditemui di SMP Ruq Alfalah, Senin, 22 Desember 2025.

Sedangkan Coffect merupakan inovasi bioplastik ramah lingkungan yang dibuat dari limbah nasi dan ampas kopi. Ampas kopi dipilih karena mengandung lignoselulosa yang berfungsi sebagai penguat material plastik agar lebih kokoh namun tetap mudah terurai.

“Ini murni karya anak-anak. Mereka riset sendiri, mencari referensi, bahkan belajar coding secara mandiri. Guru hanya mendampingi saat ada kendala,” tegas Nur Aini.

Ia mengatakan, I2ASPO merupakan ajang karya inovasi tingkat internasional yang menuntut peserta memamerkan hasil riset dan pengembangan teknologi terapan. “Jadi anak-anak benar-benar mempresentasikan karya inovasi mereka. Ini bukan sekadar lomba teori, tapi menampilkan hasil nyata yang bisa diterapkan,” terangnya.

Nur Aini menambahkan, setiap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada lomba semata. Sekolah berkomitmen untuk mengembangkan karya-karya tersebut ke tahap lanjutan, termasuk pendaftaran hak cipta dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

“Target kami ke depan, karya ini bisa dikembangkan dalam skala lebih besar dan bermanfaat luas. Bahkan tidak menutup kemungkinan menggandeng investor,” katanya.

Menurut Nur Aini, keberhasilan siswa SMP Ruq Al Falah tidak lepas dari budaya inovasi yang telah dibangun sekolah sejak dini. Berbagai program seperti English Morning, Student Research, hingga event internal SCORE menjadi wadah lahirnya ide-ide kreatif siswa.

“Anak-anak termotivasi karena melihat kakak kelas mereka sukses di ajang internasional. Potensi SDM-nya luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, para siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang internasional itu, mengaku senang dan bangga bisa mencapai prestasi terbaik. “Tentunya kami sangat senang bisa memenangkan lomba. Ini menjadi semangat kami untuk terus berinovasi yang hasilnya bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Maulana Rosa Astaghis.

Hal yang sama dikatakan, Muhammad Rehansyah Sedianto siswa kelas 10 SMP Ruq Al Falah. Ia memberikan apresiasi kepada guru pembimbing yang telah membimbing dan mendampinginya ikut lomba yang digelar di UGM Yogyakarta.

“Saya ucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing, orang tua yang sudah mendoakan dan mendukung kami dalam membuat karya inovasi,” ucapnya.

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved