KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang Siap Hadapi Musim Kemarau dengan Inovasi Pipa Resapan dan Penanaman Pohon

Pemkot Semarang Siap Hadapi Musim Kemarau dengan Inovasi Pipa Resapan dan Penanaman Pohon

Pemkot Semarang Siap Hadapi Musim Kemarau dengan Inovasi Pipa Resapan dan Penanaman Pohon

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah antisipasi musim kemarau panjang dan dampak El Nino. Penanganan yang dilakukan mencakup pemasangan pipa resapan di Kelurahan Sendangmulyo dan Jabungan serta penanaman pohon di Kota Semarang.
Foto:/IST
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang – Mengantisipasi musim kemarau panjang atau dampak El Nino, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan pihak Pemerintah Kota Semarang telah mempersiapkan upaya dengan memasang pipa resapan di beberapa titik, sebagai langkah antisipasi terjadinya kekeringan. Kelurahan Sendangmulyo dan Jabungan menjadi kawasan yang mendapat perhatian khusus dari Pemkot Semarang.

“Sampai sekarang belum ada laporan, tapi antisipasi pasti ada, karena konon akan terjadi El Nino, kemarin sudah dibuat pipa resapan di Sendangmulyo dan Jabungan, harapannya tidak ada lagi kekeringan,” ucap Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu ketika ditemui di Gedung Moch Ihsan, Balai Kota Semarang, Selasa (6/6/2023).

Pada Juni 2022, sebanyak 90 pipa resapan telah terpasang, terdiri atas 45 pipa resapan dipasang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang dan 45 pipa di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik. Inovasi tersebut merupakan kolaborasi dengan Universitas Semarang (USM) dalam program pengabdian masyarakat yang kemudian dilanjutkan pada Desember 2022 sebanyak 22 pipa di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.

Sebelumnya sempat viral beberapa informasi mengenai kemarau panjang yang akan terjadi di Indonesia pada pertengahan tahun ini. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar dapat menyiapkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi kemarau panjang tersebut.

Dalam perkembangannya, Mbak Ita juga menyebut bahwa dirinya dan jajaran pemerintah Kota Semarang sudah mengantisipasi musim kemarau setiap tahunnya. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah dengan menyiapkan PDAM untuk nantinya dapat menyuplai air bersih.

“Sampai sekarang antara hujan dan panas masih on-off. Masih ada hujan. Memang ada yang menyampaikan informasi adanya El Nino kekeringan ekstrem. Tapi, di Semarang belum terjadi. Tentunya, kalau terjadi seperti itu (kekeringan), PDAM sudah siap menyuplai (air bersih) ya. Memang belum terjadi, tetapi antisipasinya tetap, seperti tahun lalu,” ujarnya.

Pemasangan pipa resapan tersebut diharapkan dapat menghasilkan daya resap air hujan cukup tinggi. Sehingga dapat berguna untuk memperbaiki pasokan air tanah sebagai cadangan saat musim kemarau, sekaligus sebagai langkah mengatasi banjir yang kerap terjadi di Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang juga gencar dalam upaya penanaman pohon khususnya di beberapa titik di Kota Semarang. Langkah tersebut menjadi perlu karena tidak hanya untuk memberi keteduhan kepada masyarakat tetapi juga sebagai penyerap air dan menyimpannya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]