URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Wali Kota Semarang dan Wali Kota Solo terkait pengembangan pariwisata dan budaya di kedua kota besar di Jawa Tengah dilakukan di sela-sela acara Kirab Dugderan di Balaikota Semarang. Kerja sama ini juga mencakup penelitian sejarah situs-situs warisan budaya dari Kota Semarang dan Solo, serta rencana pembuatan story telling antara keterkaitan Solo dan Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penandatanganan MoU antara Kota Semarang dan Kota Solo untuk Pengembangan Pariwisata dan Budaya

Penandatanganan MoU antara Kota Semarang dan Kota Solo untuk Pengembangan Pariwisata dan Budaya

Penandatanganan MoU antara Kota Semarang dan Kota Solo untuk Pengembangan Pariwisata dan Budaya

Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyepakati penandatanganan kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di sela acara Dudgeran di Kota Semarang pada Selasa (21/3/2023).
featured-img

Pada Selasa (21/3), terdapat peristiwa menarik dari prosesi kirab Dugderan yang diselenggarakan di halaman Balaikota Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama pengembangan pariwisata dan budaya antara Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kota Solo dengan Wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

MoU tersebut mengenai konsep kerja sama pengembangan pariwisata dan budaya antara kedua kota besar di Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, Dugderan sudah bisa dilakukan secara penuh pada tahun ini, tadi ada kegiatan dan Alhamdulillah juga ada penandatanganan terkait pariwisata antara Pemerintah Kota Solo dan Pemerintah Kota Semarang,” terang Mbak Ita, sapaan akrab Wali kota Semarang usai penandatanganan.

Mbak Ita juga menyatakan bahwa kegiatan kirab Dugderan kali ini menjadi lebih spesial karena adanya penandatanganan kerja sama antara kedua kota tersebut. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penelitian dan penggalian situs-situs warisan budaya di Semarang dan Solo.

“Kami juga akan bekerja sama dalam hal penelitian sejarah situs-situs warisan budaya dari Kota Semarang dan Solo,” jelas Wali kota Semarang.

Wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, juga menyampaikan harapannya agar sektor budaya dan pariwisata di kedua kota tersebut dapat tumbuh dan saling mendukung karena keduanya terhubung dari sisi transportasi dan kebudayaan. Gibran juga berharap dengan adanya kerja sama ini, tidak akan ada lagi event-event yang jadwalnya saling berbenturan sehingga tidak membingungkan masyarakat.

“Harapannya bisa sinergi, terutama terkait jadwal event agar tidak bertabrakan antara Solo dan Semarang,” pungkasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pariwisata dan budaya di kedua kota besar di Jawa Tengah dan semakin memperkuat keterkaitan antara Semarang dan Solo.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan