URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bupati Semarang dan Pengurus Daerah Al Khidmah Kabupaten Semarang menggelar majelis dzikir dan khotmil quran serta maulidurrasul SAW untuk merayakan HUT ke-502 Kabupaten Semarang. Acara doa bersama ini dihadiri ribuan masyarakat dan diisi dengan tausiyah dari KH Anwar Zahid.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penceramah Kondang KH Anwar Zahid Sampaikan Pesan di Momen HUT ke-502 Kabupaten Semarang

Penceramah Kondang KH Anwar Zahid Sampaikan Pesan di Momen HUT ke-502 Kabupaten Semarang

Penceramah Kondang KH Anwar Zahid Sampaikan Pesan di Momen HUT ke-502 Kabupaten Semarang

Penceramah KH Anwar Zahid saat memberikan tausiyah dalam acara majelis dzikir, khotmil quran dan maulidurrasul SAW dalam rangka peringatan HUT ke-502 Kabupaten Semarang di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (16/3/2023) malam.

(Foto/win)

Penceramah KH Anwar Zahid saat memberikan tausiyah dalam acara majelis dzikir, khotmil quran dan maulidurrasul SAW dalam rangka peringatan HUT ke-502 Kabupaten Semarang di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (16/3/2023) malam.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Dalam rangka HUT ke-502 Kabupaten Semarang, Pemkab Semarang bersama dengan Pengurus Daerah Al Khidmah Kabupaten Semarang menggelar majelis dzikir dan khotmil quran serta maulidurrasul SAW di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (16/3/2023) malam. Acara doa bersama ini turut menghadirkan penceramah kondang asal Bojonegoro, Jawa Timur yakni KH Anwar Zahid.

Ribuan masyarakat yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Semarang turut mengikuti majelis ini, baik datang secara langsung maupun secara daring melalui siaran langsung dari kanal Youtube Rasika USA.

Saat sambutan, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan rangkaian peringatan hari jadi ke-502 Kabupaten Semarang sudah dilalui sejak bulan Februari 2023 mulai dari ziarah Bupati Semarang I dan II, Merti Bumi Serasi, jamasan pusaka, sidang paripurna istimewa, karnaval seni budaya, dan puncaknya adalah majelis dzikir, khotmil quran serta maulidurrasul SAW.

“Saya selaku Bupati Semarang mengucapkan terimakasih atas bantuan, dukungan dan kerjasama semua pihak, sehingga peringatan HUT Kabupaten Semarang berjalan lancar. Semoga tahun 2023 ini, semua masyarakat diberikan kesehatan, panjang umur, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi, semakin maju, masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya yang turut diamini seluruh jemaah yang hadir.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini juga menyampaikan permintaan maaf jika selama dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Basari masih terdapat kekurangan.

“Apabila dalam melayani masyarakat masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, saya meminta maaf sebesar-besarnya,” imbuhnya.

Sementara KH Anwar Zahid dalam tausiyahnya turut mengucapkan selamat atas capaian usia ke-502 Kabupaten Semarang di tahun 2023 ini. Ia pun mendoakan agar visi misi bersatu berdaulat berkepribadian sejahtera dan mandiri (berdikari) bisa sepenuhnya terwujud.

“Mudah-mudahan makin jaya, maju, maslahah, berwibawa, bermartabat, berdikari. Jadi semangat dan memotivasi menata masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya, usia 502 tahun tentu bukan perjalanan yang ringan. Sebab banyak fase dan proses kehidupan yang telah dilalui. Sebagaimana manusia yang hidup pasti mengalami tiga dimensi waktu yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Setiap masa ada wakilnya masing-masing. Masa lalu diwakili generasi tua, masa kini diwakili generasi dewasa, dan masa depan diwakili generasi muda,” terangnya.

Bicara soal masa depan, lanjutnya, adalah milik generasi muda. Maka jika ingin merebut masa depan, yang perlu disiapkan adalah membina generasi muda dengan filosofi bambu. Kalau diibaratkan bambu, maka generasi muda ini seperti rebung yang memiliki tiga karakter. Yakni tegak dan runcing yang berarti harus idealis dan kritis, kemudian ingin selalu menjulang tinggi yang berarti harus kreatif, inovatif, dan produktif, serta yang terakhir memiliki selubung yang tebal dan duri halus tapi tajam. Semuanya untuk proteksi dan perlindungan. Bukan karena sombong tapi karena memahami kekuatan internal, belum teruji dari sejarah, serta agar tidak ada yang menggagalkan proses menjulang tinggi dan gagal berproses.

“Jika Kabupaten Semarang ingin berdikari, maka harus memakai spiritnya rebung itu tadi. Kemudian jangan lupakan empat pilar penopang yang lain, yakni ilmunya para ulama, keadilan pemimpinnya, dermawannya orang kaya, dan doanya kaum fakir miskin,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'