URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Desa Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang digemparkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di sebuah rumah pada Senin (19/2/2024) malam. Korban, seorang ibu rumah tangga berinisial ID (32), ditemukan tergantung menggunakan selendang di tangga menuju lantai dua rumahnya oleh anaknya SP (5) saat pulang dari mengaji.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pengawas TPS di Bawen Ditemukan Tewas Gantung Diri

Pengawas TPS di Bawen Ditemukan Tewas Gantung Diri

Pengawas TPS di Bawen Ditemukan Tewas Gantung Diri

ID (32), seorang petugas PTPS Desa Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Senin (19/2/2024). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Desa Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang digemparkan dengan penemuan mayat sesosok perempuan di sebuah rumah pada Senin (19/2/2024) malam.

Korban diketahui seorang ibu rumah tangga berinisial ID (32), yang merupakan seorang petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Desa Doplang.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menerangkan, korban kali pertama ditemukan oleh anaknya SP (5) saat pulang dari mengaji pada pukul 20.30 WIB. Korban ditemukan menggantung menggunakan seutas selendang di tangga menuju lantai dua rumahnya. Sang anak kemudian memberitahukan kepada ayahnya yang sedang berjualan angkringan tak jauh dari rumah.

“Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Bawen,” ungkap Oka dalam keterangannya, Selasa (20/2/2024).

Personel Polsek Bawen yang datang ke lokasi langsung berkoordinasi dengan pihak Inafis Polres Semarang serta puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan awal atas kematian korban. Hasil pemeriksaan awal pada tubuh korban, penyebab meninggalnya adalah murni bunuh diri.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya ada luka bekas pada leher yang mengarah gantung diri,” jelasnya.

Kapolsek Bawen AKP Solekhan mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi maupun keluarga korban. Menurut keterangan suami dan ibu kandung korban, yang bersangkutan merupakan pribadi yang tertutup. Tidak ada hal-hal yang janggal sebelum korban mengakhiri hidupnya.

“Kami juga meminta keterangan rekan korban sesama PTPS. Korban menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak pernah bercerita atau mengeluh tentang sesuatu hal,” urainya.

Atas permintaan keluarga dengan menuliskan surat pernyataan menolak dilakukan autopsi, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga