URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak lima pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia di Wilayah Jawa Tengah, resmi dilantik pada Senin (27/6/2022) di Aula Cipto Mangunkusumo PP PAUD dan Dikmas Jateng di Ungaran, Kabupaten Semarang. Kelima pengurus tersebut berasal dari Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pengurus JSIT Diharap Mampu Berkolaborasi Laksanakan Kurikulum Merdeka

Pengurus JSIT Diharap Mampu Berkolaborasi Laksanakan Kurikulum Merdeka

Pengurus JSIT Diharap Mampu Berkolaborasi Laksanakan Kurikulum Merdeka

Pelantikan Pengurus Daerah JSIT Indonesia di Aula Cipto Mangunkusumo, PP Paud dan Dikmas Jateng di Ungaran, Senin (27/6/2022). (Foto/IST)
featured-img

UNGARAN – Sebanyak lima pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia di Wilayah Jawa Tengah, resmi dilantik pada Senin (27/6/2022) di Aula Cipto Mangunkusumo PP PAUD dan Dikmas Jateng di Ungaran, Kabupaten Semarang. Kelima pengurus tersebut berasal dari Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga.

Ketua JSIT Jateng Zaenal Abidin mengatakan lima pengurus daerah yang dilantik tersebut merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar pada hari yang sama. Dalam arahannya ia berpesan agar para pengurus yang dilantik untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholder. Ia juga berharap kelengkapan kepengurusan segera dibentuk dan membuat prioritas program yang harus segera dilaksanakan.

“Bapak-Ibu siap untuk melaksanakan amanah ini, ya? Buatlah daftar program yang akan dilaksanakan berdasarkan prioritas,” ujarnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo menyampaikan agar semua sekolah mempersiapkan diri menyambut diterapkannya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tahun pelajaran baru nanti, dan mendorong agar Sekolah Islam Terpadu (SIT) berani menerapkan kurikulum tersebut, karena bagus untuk siswa, dari jenjang TK hingga SMA.

“Saya yakin JSIT mau dan mampu menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka. Apalagi beberapa sekolah sudah menjadi sekolah penggerak. Ayo, didik peserta didik sesuai dengan bakat minat mereka agar menjadi generasi yang unggul,” ungkapnya yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Semarang. (win)

Pelantikan Pengurus Daerah JSIT Indonesia di Aula Cipto Mangunkusumo, PP Paud dan Dikmas Jateng di Ungaran, Senin (27/6/2022). (Foto/IST)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan