RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Peran Kader JKN Pekalongan Dioptimalkan

Peran Kader JKN Pekalongan Dioptimalkan

Peran Kader JKN Pekalongan Dioptimalkan

Foto Dok. BPJS

Pekalongan, Jamkesnews – Untuk meningkatkan kolektabilitas iuran dan cakupan kepesertaan Program JKN-KIS tahun 2021, BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan mengadakan kegiatan evaluasi dan edukasi terhadap para Kader JKN, Rabu (27/01).  Evaluasi Kader JKN ini merupakan upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja kader, dengan meninjau kembali pencapaian-pencapaian target kerja masing-masing kader. Dan untuk peningkatan agar hasil kinerja untuk mencapai target optimal salah satunya dengan memberikan edukasi kepada kader.

“Langkah-langkah edukasi kepada kader antara lain dengan upaya peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan kader, atau best practice sharing knowledge sesama kader yang mempunyai prestasi bagus sesama wilayah kerja atau di luar wilayah kerja Pekalongan,” jelas Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pekalongan Endah Sutanti.

Pembinaan dan pelatihan Kader JKN menurut pernyataan Endah sudah ada dan rutin dilakukan setiap bulan sekali oleh BPJS Kesehatan. Pelatihan ini pun diharapkan mampu menambah ilmu, wawasan, pengalaman, dan keterampilan dari para kader itu sendiri.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini para kader bisa bertukar pengetahuan dan ilmu, sehingga capaian kolektabilitas bisa meningkat, dan tentunya pendapatan dari kader itu sendiri juga,” ungkap Endah.

Endah menambahkan saat ini kader JKN wilayah kerja Pekalongan tercatat sejumlah 22 orang, meliputi 4 wilayah kerja mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Batang. Guna meningkatkan kolektabilitas, BPJS Kesehatan Pekalongan akan menambah jumah kader JKN menjadi  41 orang.

“Penambahan Kader JKN ini dimaksudkan untuk membantu menjalankan sejumlah fungsi sekaligus kader ini juga sebagai mitra BPJS Kesehatan, nantinya para kader baru tersebut akan dibekali pengetahuan mengenai Program JKN-KIS secara keseluruhan, terlebih kader ini juga bertanggung jawab atas tunggakan iuran peserta JKN-KIS di wilayah binaan masing-masing,” kata Endah.

Salah satu kader JKN, Agung Nofianto mengatakan bahwa saat kader turun bukan hanya berperan dalam meningkatkan kolektabilitas saja, kadang mereka pun harus memberikan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya Program JKN-KIS. Agung pun menyebutkan dalam bertugas harus menjalankan tiga fungsi tugas kader yaitu pengingat dan pengumpul iuran, sosialisasi dan edukasi mengenai Program JKN-KIS, serta pemberian informasi dan menerima keluhan.

“Banyak masyarakat yang belum tahu dan memahami tentang pentingnya Program JKN-KIS ini, makanya, setiap turun harus edukasi ke mereka secara detail disampaikan dengan betul manfaat JKN-KIS,” terangnya. (ma/ey)

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia hingga akhir 2025. Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan 2025, Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyebut layanan kesehatan dimanfaatkan 725,3 juta kali, didukung penguatan layanan digital, jaringan fasilitas kesehatan, serta kondisi Dana Jaminan Sosial yang tetap sehat untuk menopang SDM produktif.
JKN Catat 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025, Kepesertaan Tembus 98,62 Persen
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang...
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama...
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 8 September 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 24,9°C, kelembapan 85%, dan angin selatan 4 km/jam. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi pada sore hingga awal malam.
08 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan Ringan
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 8 September 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang...
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang...
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban....
Muat Lebih

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran