RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Peringati Hari Batik Pemkot Salatiga Gelar Pelatihan Membatik Bagi Anak Anak

Peringati Hari Batik Pemkot Salatiga Gelar Pelatihan Membatik Bagi Anak Anak

Peringati Hari Batik Pemkot Salatiga Gelar Pelatihan Membatik Bagi Anak Anak

RASIKAFM – Batik merupakan budaya bangsa yang perlu dilestarikan, agar tidak tergerus jaman. salah satunya adalah memperkenalkan sejak dini Batik kepada generasi muda. Bahkan Pemerintah Kota Salatiga, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 6 UMKM batik agar bisa tumbuh dan terus berkembang di Salatiga. Penegasan ini disampaikan.

Walikota Salatiga Yuliyanto saat rangkaian Hari Batik Nasional Tahun 2021 Tingkat Kota Salatiga yang dilangsungkan di rumah dinas walikota Salatiga Jalan Diponegoro Nomor 1 Salatiga, Sabtu (2/10).

“dengan memberikan perhatian kepada para pengrajin batik diharapkan batik semakin dicintai di semua kalangan pada era digitalisasi seperti sekarang ini agar tidak tergerus zaman” katanya.

“Meski yang diberi penghargaan baru 6 UMKM batik namun belasan industri batik tumbuh berkembang di salatiga, Pemkot Salatiga juga mendukung batik Salatiga terus dapat dikenal di luar daerah dengan cara mempromosikan batik Salatiga di setiap ivent ivent,” tambah walikota Yuliyanto.

UMKM batik yang mendapat penghargaan di Hari Batik Nasional Tahun 2021 Tingkat Kota Salatiga diantaranya Batik Plumpungan, Batik Selotigo, Batik Markonah dan Batik Srihana.

Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Salatiga industri batik Salatiga terus dipromosikan

Walikota Salatiga Yuliyanto saat peringgatan Hari Batik

Sementara itu Dewi Nugraheini salah satu penerima penghargaan UMKM batik mengaku senang dengan bentuk dukungan Pemkot Salatiga ini. Menurutnya industri batik bisa terus berkembang dan semakin banyak pecinta batik meski zaman terus berkembang.

“Dengan penghargaan ini memacu saya untuk terus berkarya dan turut nguri-nguri warisan budaya indonesia,” katanya.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani