URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan halalbihalal Wali Kota Salatiga, Yuliyanto bersama istri Ny Titik Kirnaningsih Yuliyanto beserta jajaran Forkompimda Kota Salatiga di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh, Gajahmungkur Semarang, Rabu Malam (11/05/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Bangga, Salatiga Kota Toleran, Bahkan Bisa Mengalahkan Propinsi Lain

Ganjar Bangga, Salatiga Kota Toleran, Bahkan Bisa Mengalahkan Propinsi Lain

Ganjar Bangga, Salatiga Kota Toleran, Bahkan Bisa Mengalahkan Propinsi Lain

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan halalbihalal Wali Kota Salatiga, Yuliyanto bersama istri Ny Titik Kirnaningsih Yuliyanto beserta jajaran Forkompimda Kota Salatiga di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh, Gajahmungkur Semarang, Rabu Malam (11/05/2022).

“Halalbihalal sekaligus pamitan, karena masa jabatannya tinggal beberapa hari lagi. Menurut saya ini adalah tradisi yang bagus. Dalam pemerintahan mungkin sudah tidak berhubungan namun silaturahmi tidak boleh putus. Nah, inilah cara kita menghormati orang lain, menghormati pak Wali Kota dan keluarga besar Pemkot dan Forkompimdanya sehingga kita bisa bertemu. Semoga Salatiga tambah maju,” kata Ganjar.

Dirinya menambahkan, akan mengawal pada masa transisi di pemerintahan Kota Salatiga agar bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Di masa transisi nanti, saya akan pantau agar prosesnya lancar, relasi komunikasinya baik. Karena Jawa Tengah sekarang lebih baik, meskipun masih ada daerah yang bergesekan. Namun kalau di Salatiga masih relatif aman,” tambahnya.

Ganjar juga bangga dengan Kota Salatiga, karena masyarakat di Kota ini sangat toleran meskipun banyak perbedaan disana.

“Salatiga akhirnya mengalahkan Jogja sebagai kota toleran di seluruh Indonesia, ini harus dijaga betul. Kota ini juga meraih predikat IPM No.7 se Indonesia. Hal yang membanggakan, kalau hal kecil itu dirumat (rawat) dengan benar pasti akan menarik,” jelasnya.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto mengatakan dirinya berkesempatan datang ke rumah dinas Wali Kota Salatiga ini untuk silaturahmi dan bertemu dengan Gubenur Jateng. Selain silaturahmi, dirinya juga berpamitan karena telah memasuki masa purna tugas di Salatiga.

“Hari ini, acaranya badan, halal bihalal dan pamitan dengan bapak Gubernur bersama Forkompimda Salatiga. Tadi Pak Ganjar juga mengatakan bahwa Kota Salatiga adalah kota kecil namun banyak hal yang nganggeni dari Kota ini,” kata Yuliyanto.

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved