
RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang Tahun 2026 berlangsung meriah di Ambarawa, Minggu (30/8/2026). Sebanyak 85 kontingen turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pawai tersebut tidak hanya menjadi ajang memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan, khususnya yang tercermin dalam sejarah Palagan Ambarawa.
Para kontingen berjalan kaki dengan mengambil start dari lapangan Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman dan berakhir di Pasar Kuliner Ambarawa. Sedangkan kontingen mobil hias mengakhiri rute di Alun-Alun Tambakboyo.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang sekaligus ketua panitia, Wiwin Sulistyowati mengatakan, pemilihan Ambarawa sebagai lokasi pawai memiliki makna tersendiri karena daerah tersebut memiliki nilai sejarah perjuangan yang kuat.
“Pawai ini diharapkan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneruskan semangat perjuangan melalui pembangunan dan karya nyata,” ujarnya ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, seni, budaya, sekaligus semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan.
“Tujuannya untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, memperkuat persatuan dan kebersamaan, serta menampilkan kreativitas, seni, budaya dan semangat pembangunan Kabupaten Semarang,” katanya.
Sebanyak 85 kontingen yang mengikuti pawai terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Rinciannya, delapan kontingen pejalan kaki pelajar dari Gugus/TK/SD, 10 kontingen pejalan kaki pelajar SMP/SMA/SMK, 23 kontingen pejalan kaki umum yang terdiri atas OPD, swasta, komunitas, BUMN dan BUMD, serta 44 kontingen mobil hias. Seluruh persiapan teknis, mulai dari peserta, pengaturan barisan hingga koordinasi dengan pihak terkait, telah dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman dan lancar.
“Harapan kami, tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi simbol semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Semangat perjuangan para pahlawan kita lanjutkan melalui karya dan pembangunan untuk Kabupaten Semarang,” pungkasnya. (win)






