KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Kawah yang berlokasi di dalam kompleks objek wisata Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang terlihat aktif menyemburkan uap belerang, Selasa (1/9/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ungaran mulai menjadi perhatian warga di sekitar kawasan wisata Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Sejumlah warga mengaku telah mendengar informasi mengenai rencana pengeboran geothermal. Namun, hingga kini mereka belum memperoleh penjelasan secara langsung dari pemerintah maupun pihak terkait mengenai rencana tersebut, termasuk lokasi, mekanisme pengeboran, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Salah satunya Sriyanah (50), pedagang yang telah berjualan sekitar 30 tahun di kawasan Candi Gedong Songo. Warungnya berada tepat berhadapan dengan kawasan kawah belerang di bawah Candi Gedong Songo, yang menjadi salah satu lokasi tujuan wisatawan.

Ia mengaku sudah mendengar kabar mengenai rencana pengeboran geothermal. Namun, informasi tersebut baru sebatas kabar yang beredar di tengah masyarakat.

“Sudah pada tahu, cuma belum ada perkumpulan masyarakat yang membahas itu,” kata Sriyanah saat ditemui di warung miliknya, Selasa (1/9/2026).

Ia mengaku tidak terlalu takut dengan rencana tersebut, tetapi khawatir jika aktivitas pengeboran nantinya berdampak terhadap sumber air dan kondisi lingkungan di kawasan pegunungan. Menurutnya, sebagian besar warga di sekitar Gedong Songo menggantungkan kehidupan dari pertanian. Karena itu, berkurangnya ketersediaan air dinilai dapat berpengaruh langsung terhadap tanaman dan penghidupan warga.

“Kalau airnya kurang, orang tani di sini bagaimana? Tanamannya tidak bagus. Tanah bisa kering,” ujarnya.

Sriyanah juga mengkhawatirkan perubahan kondisi lingkungan di kawasan pegunungan dapat memicu persoalan lain, seperti banjir hingga longsor. Kekhawatiran tersebut muncul lantaran kawasan di sekitar warungnya memang memiliki aktivitas panas bumi alami. Ia menyebut terdapat kawah yang hingga kini masih aktif mengeluarkan belerang.

“Yang paling aktif ya di sini. Kalau dulu semburannya besar, sekarang kecil,” ungkapnya.

Menurut dia, aktivitas keluarnya belerang juga dipengaruhi kondisi cuaca. Saat musim hujan, semburan belerang disebut lebih banyak dibandingkan ketika musim kemarau. Meski demikian, Sriyanah mengatakan selama puluhan tahun berjualan di kawasan tersebut, belum pernah terjadi semburan lumpur maupun letusan yang membahayakan warga.

Budi, salah satu warga Dusun Darum, Desa Candi, mengatakan keresahan warga lebih banyak disebabkan minimnya informasi mengenai rencana geothermal tersebut.

“Warga sebenarnya merasa resah, tapi secara pengetahuan mereka belum tahu secara detail informasinya seperti apa dan bagaimana mekanismenya,” katanya.

Menurut Budi, kekhawatiran utama warga berkaitan dengan dampak pengeboran terhadap sektor pertanian. Mayoritas masyarakat di kawasan tersebut masih menggantungkan kehidupan dari pertanian. Ia menyebut sekitar empat bulan lalu sempat ada sejumlah kelompok yang melakukan penelitian di kawasan sekitar rencana lokasi. Namun, warga belum mengetahui secara pasti tujuan dan hasil penelitian tersebut.

“Bahasanya penelitian, tapi arahnya mau ke mana masyarakat juga belum tahu. Tidak ada komunikasi sama sekali,” ujarnya.

Budi menyebut lokasi yang diketahui pernah menjadi sasaran survei berada di kawasan Posong dan sekitar sumber air panas. Salah satu titik berada di lahan pertanian milik warga. Dari informasi yang diketahui warga, jarak titik tersebut dengan permukiman sekitar satu kilometer.

“Untuk posko maupun petisi (penolakan) belum ada. Warga masih menunggu, jadi atau tidaknya juga belum tahu,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pelaku wisata Candi Gedong Songo, Budi Nugroho, mengatakan isu geothermal saat ini masih dalam tahap kajian. Ia menyebut rencana pengembangan panas bumi tersebut sebenarnya bukan isu baru dan telah disiapkan sejak sekitar dua dekade lalu. Budi mengatakan pada awal 2000-an, sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat Candi Gedong Songo bahkan pernah diajak melihat konsep pengembangan geothermal di Lembang, Bandung. Namun, untuk rencana terbaru, ia mengakui belum ada sosialisasi kembali kepada masyarakat.

“Harapannya ada sosialisasi, penyampaian, pengertian dan pemahaman kepada masyarakat Dusun Darum khususnya dan Candi Gedong Songo pada umumnya,” katanya.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapat informasi yang utuh mengenai konsep, mekanisme kerja, hingga potensi keuntungan dan dampak proyek geothermal sebelum rencana tersebut berjalan.

“Dengan demikian, warga tidak hanya menerima informasi dari kabar yang beredar, tetapi dapat memahami secara jelas apa yang akan dilakukan di lingkungan mereka,” tandasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]