RASIKAFM.COM | SALATIGA – Rangkaian Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Lahir Ke 81 Kejaksaan RI, Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga terus mendorong penguatan kesadaran hukum di kalangan pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
Kali ini, ratusan siswa dari SMAN 3 Salatiga mendapat penyuluhan hukum agar mampu mengenali berbagai tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Penyuluhan menghadirkan Kepala Seksi Intelijen, Erwin Rionaldy Koloway, dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Mohammad Anhar Lingga Bharadaksa.
Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Erik Meza Nusantara menjelaskan jika acara kampanye anti korupsi Kejaksaan Negeri Salatiga juga dilakukan bersamaan dengan donor darah dan ekspo stand dari bank sampah induk Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga dengan peserta sekitar 150 orang.
“Kampanye anti korupsi terus digalakkan oleh Kejaksaan Salatiga, kami juga mengandeng pihak lain agar siswa paham”. Ujar Erik Meza.
Menurut Kajari, saat ini siswa perlu diberi pemahaman soal materi anti korupsi, juga mengenalkan adanya bank sampah dan bahaya HIV aids.
“Kejaksaan Negeri Salatiga bersama tim di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya mengenalkan hukum serta menanamkan jiwa anti korupsi sejak dini kepada para pelajar.” Tambahnya.
Menurut Kejari Salatiga Perilaku korupsi dapat berawal dari ketidakjujuran kecil yang dibiarkan, termasuk menyontek, terlambat dengan memberikan alasan, penyalahgunaan uang kas kelas, serta membiarkan pelanggaran tata tertib.
Saat ini bahkan Kejaksaan tidak hanya memiliki tugas melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan hukum.
Senada Kepala Sekolah SMA N 3 Salatiga, Supriyanto menambahkan bahwa materi anti korupsi sangat bermanfaat bagi siswa.
“Kami dari sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga karena para siswa diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Kampanye Anti Korupsi, pendidikan anti korupsi merupakan pembelajaran penting yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab.” Ujar kepala sekolah didampingi kepala kesiswaan, Amelia Handayani.
Pantauan wartawan, kegiatan diawali dengan Apel Anti Korupsi dan dilanjutkan dengan Kampanye Anti Korupsi dengan Rangkaian.
Materi ditutup dengan ajakan “Lawan Korupsi, Bangun Negeri” sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan anti korupsi.







