KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Peringati Hari Tari Sedunia, Arus Lalulintas Menuju Alun-Alun Pancasila Dialihkan

Peringati Hari Tari Sedunia, Arus Lalulintas Menuju Alun-Alun Pancasila Dialihkan

Peringati Hari Tari Sedunia, Arus Lalulintas Menuju Alun-Alun Pancasila Dialihkan

Panflet car free day

[@]Peringatan Hari Tari Sedunia yang akan dilaksanakan pada Hari Minggu, tanggal 30/04/2023, di sekitar Alun-Alun Lapangan Pancasila Kota Salatiga akan digelar Car Free Day dan pameran UMKM.

Peringatan Hari Tari Sedunia yang diselenggarakan oleh Pemkot Salatiga ini dipastikan akan menyedot perhatian massa. Dalam kesempatan tersebut, diadakan pula kegiatan Car Free Day serta pameran UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk memamerkan serta menjual dagangannya sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya warga kota Salatiga untuk meningkatkan sektor perekonomian.

Dalam rangka menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan tersebut Polres Salatiga bersama stake holder terkait baik dari TNI, Satpol PP dan Dishub akan melaksanakan rekayasa arus lalu lintas, dengan melaksanakan penutupan maupun pengalihan arus lalu lintas yang menuju Alun-Alun Lapangan Pancasila.

“Penutupan atau pengalihan arus lalu lintas menuju lapangan Pancasila akan dilaksanakan sebelum Pk. 07.00 Wib, sehingga diharapkan pelaku UMKM yang akan membuka dagangannya agar datang sebelum kegiatan dimulai”, jelas Kasat Lantas Polres Salatiga Polda Jateng AKP Betty Nugroho SH MH.

Kasat Lantas Polres Salatiga juga menyampaikan bahwa untuk penutupan jalan atau pengalihan arus akan dilaksanakan di beberapa titik yaitu Perempatan Surabaya Motor, SPBU Jalan Brigjen Sudiarto, Jl. Tentara Pelajar / Depan SMA 1 Kristen dan Pertigaan Kemuning, jelas AKP Betty Nugroho, S.H, M.H.

Dikarenakan di sekitar Lapangan Pancasila Kota Salatiga terdapat 3 (Tiga) Gereja yang melaksanakan ibadah pada hari Minggu, maka para jemaat tetap dapat beribadah dengan parkir kendaraan di halaman gereja masing-masing, tambah AKP Betty Nugroho, S.H, M.H.

Sedangkan untuk lokasi pedagang UMKM diberikan ruang di sepanjang jalan Sukowati, Jl. Adisucipto, Jl. Tentara Pelajar, Jl. Brigjed Sudiarto dan lingkungan Pancasila Salatiga namun tidak boleh di berdagang di dalam Lapangan Pancasila serta tidak diperbolehkan menggunakan tenda permanen.

Kapolres Salatiga yang dihubungi secara terpisah menyampaikan bahwa Polres Salatiga akan memberikan jaminan keamanan pada pelaksanaan peringatan Hari Tari Sedunia dan Car Free Day yang akan dipusatkan disekitar Alun-Alun Pancasila dengan menerjunkan personilnya untuk melaksanakan pengamanan di sekitar lokasi maupun di semua titik penutupan maupun pengalihan arus lalu lintas, hal ini sebagai wujud Polri hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat sehingga kegiatan masyarakat dapat berjalan aman, lancar dan terwujud Kamtibmas yang kondusif di Kota Salatiga, jelas AKBP Feria Kurniawan, S.I.K.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]