URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Memasuki masa tenang kampanye Pilkada 2024, Minggu (24/11/2024), petugas gabungan dari KPU, Bawaslu, Satpol PP, Dishub, TNI-Polri serentak mencopot alat peraga kampanye (APK) di berbagai wilayah Kabupaten Semarang, termasuk di jalur nasional Semarang-Solo dan Semarang-Temanggung hingga pelosok daerah. Salah satu APK yang dilepas berada di baliho jembatan penyeberangan depan Pasar Babadan, Ungaran Timur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Petugas Gabungan Lepas Alat Peraga Kampanye di Kabupaten Semarang pada Masa Tenang Pilkada 2024

Petugas Gabungan Lepas Alat Peraga Kampanye di Kabupaten Semarang pada Masa Tenang Pilkada 2024

Petugas Gabungan Lepas Alat Peraga Kampanye di Kabupaten Semarang pada Masa Tenang Pilkada 2024

Tim gabungan melepas baliho berukuran besar di JPO Pasar Babadan menyusul masa tenang jelang pemungutan suara, Minggu (24/11/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Memasuki masa tenang kampanye Pilkada 2024, Minggu (24/11/2024), petugas gabungan dari KPU, Bawaslu, Satpol PP, Dishub, TNI-Polri, serentak mencopot alat peraga kampanye (APK) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Semarang.

Pencopotan dilakukan di sepanjang jalur nasional seperti Semarang-Solo dan Semarang-Temanggung, hingga ke TPS di pelosok daerah. Salah satu APK yang dilepas berada di baliho jembatan penyeberangan depan Pasar Babadan, Ungaran Timur.

Proses pelepasan berlangsung hati-hati agar tidak mengganggu lalu lintas. Beberapa petugas memanjat jembatan untuk melepas penjepit APK dari atas, sementara petugas lainnya bekerja dari bawah. Dengan kerja sama, mereka menggulung spanduk besar dari ujung ke ujung. Petugas juga memanfaatkan truk bucket untuk menjangkau baliho yang tinggi.

Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyatakan pihaknya menyediakan alat dan kendaraan seperti truk crane untuk membantu proses pelepasan. Setelah dilepas, APK dilipat dan dimasukkan ke kendaraan pengangkut.

“Kami membawa peralatan khusus untuk melepas APK di baliho-baliho besar,” jelasnya.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, menyampaikan bahwa 141 personel dibagi ke dalam tiga tim untuk menjangkau seluruh wilayah.

“Tim pertama dari Kalirejo menuju Bawen, tim kedua dari Bawen ke arah perbatasan Boyolali, dan tim ketiga menuju perbatasan Temanggung,” ujarnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, menargetkan seluruh wilayah Kabupaten Semarang bersih dari APK dan atribut kampanye lainnya.

“Stiker-stiker kampanye juga harus dilepas sampai merata. Kami melibatkan tim hingga tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, pelepasan APK harus diawasi oleh tim pemenangan masing-masing pasangan calon. Seluruh atribut yang dilepas akan dikumpulkan di Gedung Korpri Kabupaten Semarang untuk dimusnahkan. (win)

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga