RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Polres Salatiga Sediakan Ribuan Vaksin Booster

Polres Salatiga Sediakan Ribuan Vaksin Booster

Polres Salatiga Sediakan Ribuan Vaksin Booster

Untuk mempercepat penanganan Covid-19 guna menciptakan kekebalan komunal, Polres Salatiga Polda Jateng menyediakan vaksin booster (dosis 3) bagi masyarakat umum yang telah melaksanakan vaksin kedua lebih dari 6 bulan, pelaksanaan vaksin booster di gelar di Pendopo Polres Salatiga, mulai hari jumat tanggal 18/02/2022 sampai hari Rabu tanggal 23/02/2022.

Kepada media Kapolres Salatiga menyampaikan tujuan dilaksanakan vaksinasi booster ini adalah untuk percepatan penanganan Covid-19, sehingga terwujud kekebalan komunal, hal ini juga guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya terkait adanya varian baru Omicron yang telah terdeteksi ada di Kota Salatiga, jelas AKBP Indra Mardiana

“Jumlah kasus aktif di Kota Salatiga terus mengalami peningkatan saat ini tidak kurang dari 300 warga terdeteksi terpapar Covid-19, sehingga Polres Salatiga meningkatkan akselerasinya dalam pelaksanaan vaksinasi booster, lima ribu dosis lebih telah disiapkan oleh Polres Salatiga untuk vaksin booster bagi masyarakat umum, jelas Indra Mardiana,

Sejak dimulainya vaksin booster yang diselenggarakan oleh Polres Salatiga antusiasme warga sangat tinggi hal ini terlihat dari banyaknya warga yang terus berdatangan di Polres Salatiga untuk menerima vaksin booster.

“dengan adanya vaksin booster ini, kami merasa lebih nyaman menghadapi meningkatnya kasus omicron” ungkap Siti salah seorang warga yang selesai menerima vaksin dosis 3.

Kapolres Salatiga menambahkan vaksinasi booster ini sebagai salah satu strategi agar Kota Salatiga segera bisa keluar dari PPKM Level 2, dengan akselerasi vaksin booster ini diharapkan dapat segera mewujudkan kekebalan komunal khususnya di Kota Salatiga, masyarakat harus tetap disiplin prokes agar dapat membantu pemerintah dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan kerja bersama-sama dan sama-sama bekerja kita wujudkan testing Kota Salatiga yang aman dan kondusif dan pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, jelasnya

“Omicron itu penyebarannya lima kali lebih cepat ketimbang varian terdahulunya, saya berharap warga jangan lengah, kalau kita lengah, yang terkonfirmasi semakin banyak dan akan terulang meledaknya kasus Covid-19, kita tidak ingin hal ini terjadi di Kota Salatiga, tegas Indra Mardiana, ( rief )

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran