URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus penusukan berujung maut yang terjadi di Toko Helen No.60 Jalan Kedungmundu Raya, Kecamatan Tembalang Semarang pada Senin (2/4/22)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polrestabes Semarang Ungkap Kasus Penusukan Maut di Kedungmundu

Polrestabes Semarang Ungkap Kasus Penusukan Maut di Kedungmundu

Polrestabes Semarang Ungkap Kasus Penusukan Maut di Kedungmundu

featured-img

SEMARANG – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus penusukan berujung maut yang terjadi di Toko Helen No.60 Jalan Kedungmundu Raya, Kecamatan Tembalang Semarang pada Senin (2/4/22) sekira pukul 05.30 WIB lalu.

Dalam perkara tersebut, kepolisian mengamankan satu orang yang membuat korban berinisial ZAZ (15) penduduk Pondok Raden Patah tahap II, Sayung, Kabupaten Demak meninggal dunia karena kehabisan darah usai ditusuk oleh Ayub Wahyu Pambudi (26) di paha bagian kanan.

Saat ini pria warga Kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dan kini sudah ditahan di Mapolrestabes Semarang untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, kejadian itu bermula ketika korban sedang asyik nongkrong bersama empat temannya di lokasi kejadian. Kemudian, tiba-tiba pelaku datang mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk bersama seorang temannya dan langsung membabi buta hingga terjadilah penusukan terhadap korban.

“Tanpa babibu (basa-basi), pelaku melakukan penusukan ke korban yang kemudian mengalami luka yang fatal hingga meninggal dunia,” ujar Kombes Irwan saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Minggu (8/5/2022).

Keluarga korban yang tak terima kejadian tersebut, kemudian melaporkan ke kepolisian agar segera ditindak lanjuti. Setelah menerima laporan tersebut, selanjutnya kepolisian melakukan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tak butuh waktu lama pelaku berhasil ditangkap.

“Tidak berselang lama atas peristiwa ini, identitas pelaku langsung diketahui. Pelaku diamankan oleh Tim Resmob Polrestabes Semarang di Sidoarjo, Jawa Timur ketika pelaku berada di bus hendak menuku ke Bali,” terangnya.

Sementara itu, dihadap polisi dan awak media, pelaku mengaku nekat melakukan penusukan lantaran jengkel setiba di lokasi hendak mengantar pulang temannya setelah pesta miras, dirinya malah tiba-tiba didorong oleh korban. Karena tak terima, pelaku langsung melakukan penusukan menggunakan pisau buatannya sendiri yang telah ia siapkan.

Usai melakukan penusukan, pelaku yang tahu korban meninggal dunia kemudian langsung melakrikan diri menuju ke Bali agar terhindar dari penangkapan dan hukuman.

“Saya memang selalu bawa pisau karena buat jaga-jaga aja kalau sedang main keluar malam-malam. Saya ndak tau tiba-tiba didorong terus langsung saya tusuk,” paparnya.

“Ke Bali karena kerja disana sebagai ABK (anak buah kapal). Sudah dua tahun kerja disana,” imbuhnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 76 JO pasal 80 ayat (3) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI No 23 Tentang Perlindungan Anak hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 3 Millar.

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi