URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SMA Negeri 1 Tengaran di Kabupaten Semarang menggelar kegiatan dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Rekayasa dan Teknologi, mendatangkan narasumber dari PT Digdaya Berkah Indonesia, perusahaan eksportir briket areng kelapa di wilayah Tugu Bener Tengaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Program P5, Siswa SMA 1 Tengaran Belajar Pembuatan Briket Areng dari Digdaya

Program P5, Siswa SMA 1 Tengaran Belajar Pembuatan Briket Areng dari Digdaya

Program P5, Siswa SMA 1 Tengaran Belajar Pembuatan Briket Areng dari Digdaya

Ratusan siswa SMA Tengaran saat belajar pembuatan dan prospek Briket Areng dari PT Digdaya Berkah IndonesiaFoto Arief Rasika
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Untuk mengisi kegiatan dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMA Negeri 1 Tengaran kecamatan Tegaran kabupaten Semarang mengelar pembelajaran yang mengambil tema Rekayasa dan Teknologi, dengan mendatangkan nara sumber dari PT Digdaya Berkah Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dalam Eksport Briket Areng Kelapa, diwilayah Tugu Bener Tengaran kabupaten Semarang.

Kepada rasikafm.com kepala sekolah SMA 1 Tengaran Tri Ajar Suprapto Al Kusworo mengatakan jika kegiatan ini sengaja digelar pihak sekolah untuk membuka wawasan sekaligus menambah ilmu bagi 700 siswa siswi kelas 11 dan 12.
“P5 kali ini sekolah mengambil tema tekhnologi dengan mengambil pemanfaatan briket, bagaimana cara pembuatan dan prospek ekonomi kedepannya” kata Ajar.

Menurut Tri Ajar kegiatan ini juga sebagai program bermitra dengan masyarakat dan unsur perusahaan lainya.

Pihaknya berharap setelah program ini anak anak lebih terbuka lagi wawasanya, apalagi di Salatiga usaha briket yang belum banyak pemainya. “Saya berharap setelah mereka lulus dari sekolah atau kuliah tidak harus mengandalkan menjadi pegawai negeri, bisa usaha lainya termasuk briket yang saat ini masih menjanjikan” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga digelar sesion tanya jawab, tentang pembuatan, cara mendapatkan bahan baku dan prospek.
Bagi Gilang siswa Kelas 11 mengaku sangat tertarik dengan usaha briket ini, menurutnya dirinya pernah melihat pabrik briket namun sejauh ini tidak tahu apa bahan baku dan keuntungan secara ekonomi. “Dengan mengikuti acara ini saya jadi tahu ternyata dengan berbisnis briket jauh lebih menguntungkan dari pada usaha lain yang saat ini marak di Salatiga” ujar Gilang.

Sementara itu bagi perusahaan briket PT Digdaya Berkah indonesia, kegiatan semacam ini kerap dilakukannya. Bahkan dari SMA Tengaran ini merupakan kali kedua mengadakan progran P5 dengan mengandeng pabrik.
Dirut PT Digdaya Berkah Indonesia, Muhammad Redy Digdaya mengatakan jika untuk membuat briket yang baik, bahan baku utama memang berasal dari Indonesia wilayah timur seperti Sulawesi dan NTT.

Pihaknya senang karena ternyata siswa SMA kritis dan banyak pertanyaan. Hal ini juga terlihat pada saat siswa SMA Tengaran melakukan kunjungan praktek ke pabrik pada tanggal 27 September tahun 2022 lalu.

“Kami terbuka jika ada yang mau belajar membuat Briket, karena bagaimanapun juga ilmu harus ditularkan agar berkah” ujar Redy Digdaya.

Kepala Sekolah SMA 1 Tengaran Tri Ajar Suprapto Al Kusworo (Vieio: Arief Rasika)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga