URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Rekaman video berdurasi 1 menit 31 detik yang memperlihatkan beberapa orang yang mencopoti genting pada bangunan baru Puskesmas Jambu, Kabupaten Semarang, beredar luas di masyarakat melalui sejumlah media sosial, Rabu (23/3/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Proyek Tak Kunjung Dilunasi, Atap Bangunan Puskesmas Jambu “Dipreteli” Pemborong

Proyek Tak Kunjung Dilunasi, Atap Bangunan Puskesmas Jambu “Dipreteli” Pemborong

Proyek Tak Kunjung Dilunasi, Atap Bangunan Puskesmas Jambu “Dipreteli” Pemborong

featured-img

UNGARAN – Rekaman video berdurasi 1 menit 31 detik yang memperlihatkan beberapa orang yang mencopoti genting pada bangunan baru Puskesmas Jambu, Kabupaten Semarang, beredar luas di masyarakat melalui sejumlah media sosial, Rabu (23/3/2022).

Dari rekaman tersebut terlihat tiga orang pekerja tengah sibuk melepas genting atap puskesmas kemudian ditata rapi di atas bak sebuah mobil pikap. Seorang pria yang turut membongkar genting dan memperkenalkan diri bernama Surya Perdana menjelaskan penyebab aksi pencopotan genting itu.

“Kami selaku pihak ketiga yang ditunjuk PT Artha Dinata sebagai pelaksana proyek belum menerima pelunasan kewajiban, sementara proyek telah kami rampungkan 100 persen,” katanya saat dikonformasi, Kamis (24/3/2022).

Surya menjelaskan, kronologinya berawal saat PT Artha Dinata selaku kontraktor memenangkan tender pembangunan Puskesmas Jambu. Dalam perjalanannya ternyata kontraktor diputus kontrak, sementara pemborong tetap merampungkan pekerjaannya.

“Pemutusan kontrak yang baru berjalan 79 persen tentu berdampak ke kami. Kami nggak ada urusan dengan itu, wong sudah kami selesaikan 100 persen,” jelasnya.

Menurut Surya, PT Artha Dinata masih menunggak pelunasan kewajiban sebesar 21 persen dari nilai kontrak yang mencapai miliaran rupiah tersebut.

“Nominalnya kurang lebih Rp650 juta. Saya beli material juga ngutang dulu. Makanya ini saya ambili untuk dijual kembali, tapi kan ya butuh waktu,” urainya.

Ia berharap agar PT Artha Dinata segera melunasi kewajibannya agar permasalahan tersebut bisa segera selesai.

“Kami juga akan mengembalikannya seperti semula manakala kontraktor menyelesaikan tanggungjawabnya, sebab sudah jadi kewajiban kami sebagai pemborong,” timpalnya.

Sebagai informasi, total nilai kontrak pekerjaan fisik pembangunan Puskesmas Jambu ini mencapai Rp 3,1 miliar. Sesuai dengan kontrak pekerjaan pembangunan Puskesmas Jambu tersebut dimulai pada bulan Juli 2021 dan selesai akhir Desember 2021. Secara umum seluruhnya telah rampung 100 persen pada 10 Januari 2022. Namun hingga saat ini pihak kontraktor tidak kunjung membayarkan kewajibannya. (win)

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi