URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ribuan santri dari pondok pesantren dan sekolah di Kota Salatiga mengikuti upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Pancasila, Alun-alun Salatiga, pada Selasa (22/10/2024). Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menegaskan pentingnya nilai toleransi yang sudah diajarkan kepada santri sejak kecil.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puncak Hari Santri Nasional, Apriyanto Purwa Santri PPTI Al Falah Bacakan Ikrar Santri 2024

Puncak Hari Santri Nasional, Apriyanto Purwa Santri PPTI Al Falah Bacakan Ikrar Santri 2024

Puncak Hari Santri Nasional, Apriyanto Purwa Santri PPTI Al Falah Bacakan Ikrar Santri 2024

Ribuan santri dari pondok pesantren dan sekolah di Kota Salatiga mengikuti upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Pancasila, Alun-alun Salatiga, pada Selasa (22/10/2024). Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menegaskan pentingnya nilai toleransi yang sudah diajarkan kepada santri sejak kecil.
Foto Arief Rasika
Apriyanto Purwa, santri kelas 1 Wustho Madrasah Diniyyah PPTI Al Falah Salatiga saat bacakan ikrar santri 2024
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ribuan santri dari pondok pesantren dan sekolah se Kota Salatiga ikut upacara hari santri nasional di Lapangan Pancasila, Alun-alun Salatiga, Selasa (22/10/2024).

Penjabat Wali Kota Salatiga Yasip Khasani menyebut, santri-santri di Kota Salatiga ini harus membawa ciri rasa toleransi yang tinggi. Sebab ajaran toleransi beragama sudah menjadi nilai yang diajarkan santri sejak kecil.

“Bahwa santri itu punya satu ajaran sejak mereka kecil, yaitu lakum di nukum waliyadin. Jadi santri ini sudah diajarkan toleransi sejak kecil. Dari awal sudah diajarkan, jadi di santri soal toleransi bukan hal yang paksakan. Tapi ini budaya santri,” kata Yasip.

Menurutnya, dalam hari santri nasional ini istimewa karena juga bertepatan dengan pelantikan menteri kabinet merah putih Presiden Prabowo Subianto. Dalam susunan kabinet itu juga ada beberapa santri yang menjabat sebagai menteri.

“Banyak juga santri yang masuk kabinet. Hari santri ini juga mengingatkan pada resolusi jihad dengan kemenangan pada 10 November 1945. Tentunya semangat itu harus dipelihara,” terang Yasip.

Dikatakan, dalam momentum ini para santri harus lebih bersemangat dalam belajar dan berjuang untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

Dia juga berharap santri harus bangga, karena banyak santri yang sukses dan bisa jadi apa saja. Contohnya Isa menjadi wakil presiden, menteri, dan juga pengusaha.

“Bahwa para santri ini sudah diajarkan soal toleransi sejak kecil maka semangat bertoleransi ini tidak harus dipaksakan. Namun budaya santri bertoleransi sudah dikenalkan dan diajarkan sejak mereka kecil mereka sebagai santri,” tambahnya.

Ketua PCNU Kota Salatiga, Muslikh mengatakan bahwa semangat para santri di Salatiga harus tetap di kobarkan dengan cara menghindarkan mereka dari perbuatan disintegrasi bangsa dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

“Santri harus bisa menjadi contoh, harus bisa menghindari berbagai hal negatif,” jelas Muslikh.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan