KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ratusan Guru dan Perangkat Desa Purworejo, Ikut Meriahkan Haornas di Kecamatan Suruh

Ratusan Guru dan Perangkat Desa Purworejo, Ikut Meriahkan Haornas di Kecamatan Suruh

Ratusan Guru dan Perangkat Desa Purworejo, Ikut Meriahkan Haornas di Kecamatan Suruh

Ratusan guru dan Perangkat desa di desa Purworejo kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, terlihat kompak saat Senam Korpri, Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional(HAORNAS) tahun 2022, sekaligus mengisi kegiatan Jeda Tengah Semester.

Acara yang dipelopori oleh K3S dan Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh itu menggelar kegiatan Senam Bersama dan Jalan Santai, dengan menempuh rute sejauh 3 km.

Dengan mengambil star di depan SPF SDN Purworejo 1, Nampak ratusan guru yang mengenakan kaos Merah dan celana Hitam itu dengan riang mengikuti jalanya kegiatan.

Kepada Rasika FM, KaKorwil Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh Sipyani, S.Pd.,M.Si Mengatakan jika kegiatan tersebut merupakan Program kerja K3S dan Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh dalam rangka Puncak Haornas 2022.

“Tujuan utama kami adalah Memasyarakatkan olahraga kepada masyarakat disekitar, serta Menciptakan kebersamaan diantara seluruh Karyawan, guru PJOK dan Kepala Sekolah di Korwilcam bidang pendidikan di Suruh” ungkap Sipyani.

Sipyani menambahkan kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan Solidaritas dan Soliditas bagi Guru di Kecamatan Suruh dan yang terpenting dapat mengolahragakan masyakat dan memasyarakatkan olahraga” tambahnya.

Sementara itu Penanggungjawab kegiatan, Endang Kusdiningsih, S.Pd,M.Pd mengatakan karena pelaksanaan kegiatan bersamaan dengan Penilaian tengah semester bagi siswa didik maka Haornas tahun ini tidak melibatkan siswa.

“kami tidak ingin pelaksanaan Haornas kali ini menganggu siswa didik kami dalam ujian, sehingga acaranya hanya dihadiri oleh Ka Korwil, Pengawa TK/SD dan karyawan, seluruh kepala Sekolah dan guru olah raga, instruktur senam dan sejumlah perangkat desa Purworejo” kata Endang yang juga
Ketua K3S ini.

Endang menambahkan saat pelaksanaan jalan sehat cukup meriah, dimana ditengah jalan peserta memasukkan kupon undian dan doorprise hadiah. Bahkan saat senam juga terlihat kompak dibawah koordiansi 8 guru senam.

“setidaknya ada 8 instruktur senam yang membuat suasana tambah meriah, kehadiran perangkat desa juga menambah semanggat kami dalam berolah raga” tutup Endang Kusdiningsih kepala SDN Suruh 1 ini.

Pantauan wartawan, peserta kegiatan Senam Bersama dan Jalan Sehat adalah semua Kepala Sekolah, semua Guru PJOK dan Karyawan Dinas Pendidikan di wilayah Kecamatan Suruh, serta perangkat desa Purworejo dan beberapa warga sekitar.

Suasana senam dalam rangka Haornas kecamatan Suruh

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]