URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Merti Dusun Sleker, Getasan, Kabupaten Semarang berjalan dengan meriah. Ribuan orang tumpah ruah di jalan raya arah tempat wisata Kopeng. Acara yang diperingati setiap bulan Safar itu anak-anak, pemuda, sampai orang tua turut serta. Memeriahkan acara kirab budaya yang digelar Minggu (18/9/2022) pagi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Orang Padati Pawai Dalam Rangka Merti Dusun Sleker Getasan

Ribuan Orang Padati Pawai Dalam Rangka Merti Dusun Sleker Getasan

Ribuan Orang Padati Pawai Dalam Rangka Merti Dusun Sleker Getasan

featured-img

Merti Dusun Sleker, Getasan, Kabupaten Semarang berjalan dengan meriah. Ribuan orang tumpah ruah di jalan raya arah tempat wisata Kopeng. Acara yang diperingati setiap bulan Safar itu anak-anak, pemuda, sampai orang tua turut serta. Memeriahkan acara kirab budaya yang digelar Minggu (18/9/2022) pagi.

Kepala Dusun Sleker Slamet Sulasdi mengatakan acara saparan dilakukan setiap tahun, di Dusunya jatuh pada hari Minggu Pahing. Acara setiap tahunnya berganti-ganti. Namun ada patokan yang harus ada setiap acara saparan di Dusun Sleker. Yaitu pementasan wayang kulit dan tari gambyong.

“Harus menampilkan pertunjukan wayang. Kami sebagai pemimpin kan sudah mendapatkan amanah dari pemimpin terdahulu. Jangan sampai Safaran tidak menampilkan wayang. Harus menampilkan wayang,” tegasnya kepada wartawan Minggu (18/9/2022).

Dikatakan Slamet kalau tidak menampilkan wayang ada sugesti akan ada bencana. Acara dimulai dengan kirab budaya menuju Umbul Songo. Sesampainya di Umbul Songo, Kepala Dusun melakukan ritual pengambilan air. Filosifinya adalah masyarakat dusun Sleker tergantung pada Umbul Songo. Selain itu air adalah sumber kehidupan. Tujuan acara Merti Dusun adalah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Dusun Sleker.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan air yang sangat melimpah. Karena kalau tidak bersyukur, akan tidak baik ke depannya,” jelasnya.

Acara yang digelar Minggu pagi itu diikuti oleh 10 Rukun Tetangga (RT) di Dusun Sleker. Diakui Slamet acara tersebut menggunakan dana swadaya masyarakat. Walaupun begitu, acara berjalan dengan meriah.

“Greget masyarakat sangat tinggi, tidak hanya masalah tenaga. Tapi materi juga siap. Alhamdulillah bisa berjalan,” bebernya.

Selain itu warga Dusun Sleker sangat memegang erat budaya dan kesenian lokal. Alhasil, setiap RT bisa menampilkan kesenian khas masing-masing. Sumber daya manusia dan alam sangat memungkinkan.

Sementara Kepala Seksi Kesenian dan Nilai-Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Slamet Widodo, mengatakan acara Merti Dusun Sleker sudah berjalan 15 tahun. Namun tiga tahun lalu tidak dilaksanakan karena covid-19.

Acara merti desa itu diharapkan bisa mendukung destinasi wisata di Desa Kopeng. Selain itu juga menjadi jati diri masyarakat. Menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya. Utamanya terkait silaturahim.
“Harapannya acara ini bisa tetap dipertahankan,”jelasnya.

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting