URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Semarang, yang terdiri dari 7.780 anggota, mengalami pembinaan dan pengarahan intensif dalam rangka menjaga keamanan Pemilu 2024. Dalam acara tersebut, narasumber dari KPU, Bawaslu, TNI, Polri, dan kejaksaan memberikan pengarahan mengenai peran dan tanggung jawab anggota Satlinmas dalam pelaksanaan setiap tahapan pemilu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Satlinmas Kabupaten Semarang Siap Amankan Pemilu 2024

Ribuan Satlinmas Kabupaten Semarang Siap Amankan Pemilu 2024

Ribuan Satlinmas Kabupaten Semarang Siap Amankan Pemilu 2024

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberikan pengarahan dan pembinaan kepada anggota Satlinmas terkait pengamanan tahapan pemilu 2024 di kompleks GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (22/11/2023) sore. Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberikan pengarahan dan pembinaan kepada anggota Satlinmas terkait pengamanan tahapan pemilu 2024 di kompleks GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (22/11/2023) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Semarang yang saat ini berjumlah 7.780 orang mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam pengamanan Pemilu 2024. Berbagai narasumber dari unsur KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan kejaksaan memberikan materi pengarahan terkait tugas mereka dalam pelaksanaan tahapan demi tahapan pemilu.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, anggota Satlinmas akan dilibatkan secara langsung dalam proses pemungutan suara baik di tingkat desa/kelurahan maupun kecamatan. Ia juga mengingatkan para anggota Satlinmas untuk ikhlas membantu pengamanan pelaksanaan pemungutan suara pada pemilu serentak 2024.

“Seluruh komponen masyarakat termasuk anggota Satlinmas memiliki tanggung jawab agar pelaksanaan pemilu itu dapat berjalan lancar. Diharapkan mereka dapat mendukung kelancaran pemungutan serta penghitungan suara sampai selesai,” kata Ngesti dalam arahannya kepada anggota Satlinmas Kabupaten Semarang di kompleks GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (22/11/2023).

Ngesti juga berpesan agar anggota Satlinmas menjaga netralitas dengan tidak memihak salah satu peserta pemilu, baik dalam pemilu legislatif, pemilu presiden, maupun kepala daerah.

“Seperti halnya Aparatur Sipil Negara, anggota Satlinmas yang telah difasilitasi seragam lengkap oleh Pemkab Semarang juga harus bersikap netral,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ngesti juga mengapresiasi kinerja Satlinmas. Menurutnya selain mengutamakan kedisiplinan, anggota Satlinmas juga sigap dalam melayani masyarakat. Misalnya membantu jika ada bencana, orang sakit dan meninggal, hingga keperluan hajatan. Atas hal itu, Pemkab Semarang memberikan perhatian berupa insentif senilai Rp500 ribu per tahun. Selain itu, mereka yang belum mendapatkan layanan BPJS Kesehatan akan diprioritaskan untuk memperolehnya.

“Saat ini kami juga sedang menghitung anggaran untuk mengcover BPJS Ketenagakerjaan bagi Satlinmas, mudah-mudahan mencukupi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco menuturkan, pembinaan anggota Satlinmas kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan performa agar semakin siap dalam menghadapi pemilu 2024.

“Nantinya setiap TPS akan ditugaskan 2 anggota, tingkat desa dan kecamatan masing-masing 4 orang. Harapannya bisa lebih disiplin dan semangat dalam bertugas,” ujarnya.

Terkait dengan pemberian insentif Anang menambahkan, Pemkab Semarang menjadi yang pertama di Indonesia. Atas hal itu, hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah mengadakan studi banding ke Bumi Serasi mengenai mekanisme pemberian insentif tersebut.

“Bahkan kemarin dari DPRD Tulungagung juga belajar ke sini. Untuk besaran insentifnya Rp500 ribu setahun. Mudah-mudahan ada peningkatan APBD sehingga jumlahnya bisa naik,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan