URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Tebing setinggi 20 meter longsor dan menutup akses jalan penghubung Kabupaten–Kota Semarang. Peristiwa menimpa warga Dusun Kaligawe, Kelurahan Susukan, Ungaran Timur, terjadi 3–4 Februari 2026. Longsor dipicu hujan deras dan kondisi tanah labil, ditangani BPBD bersama TNI-Polri dan instansi terkait.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rumah Berhadapan dengan Tebing, Yatemi Diliputi Rasa Khawatir hingga Pilih Tidur di Lantai Dua

Rumah Berhadapan dengan Tebing, Yatemi Diliputi Rasa Khawatir hingga Pilih Tidur di Lantai Dua

Rumah Berhadapan dengan Tebing, Yatemi Diliputi Rasa Khawatir hingga Pilih Tidur di Lantai Dua

Seorang warga melintas di jalur penghubung Kabupaten Semarang-Kota Semarang, di Dusun Kaligawe, Susukan, Ungaran Timur yang sebelumnya terputus akibat tertimbun material longsoran tebing, Kamis (5/2/2026). Foto: win
Seorang warga melintas di jalur penghubung Kabupaten Semarang-Kota Semarang, di Dusun Kaligawe, Susukan, Ungaran Timur yang sebelumnya terputus akibat tertimbun material longsoran tebing, Kamis (5/2/2026). Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tebing setinggi sekitar 20 meter di RT 6 RW 5 Dusun Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, longsor pada Rabu (4/2/2026) sore. Peristiwa ini membuat warga sekitar, khususnya Yatemi (52), diliputi rasa khawatir hingga memilih tidur di lantai dua rumahnya saat hujan turun.

Rasa takutnya bukan tak beralasan, sebab posisi rumahnya berhadapan langsung dengan tebing. Ia menuturkan longsor pertama terjadi pada Selasa (3/2/2026) sore. Saat itu ia mendengar suara “kresek-kresek” dari arah pohon di atas tebing yang bergoyang-goyang.

“Saya pikir itu ular, terus saya masuk ke rumah. Tapi kok daun-daun mulai rontok ke bawah. Tidak lama kemudian langsung longsor,” ujar Yatemi saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/2/2026).

Material longsoran berupa tanah dan batu sempat menutup total akses jalan penghubung Kabupaten Semarang dan Kota Semarang via Mluweh. Longsor tersebut sudah dibersihkan, namun keesokan harinya terjadi longsor susulan di lokasi yang sama. Menurut Yatemi, longsor kedua terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB saat kondisi hujan deras. Air bercampur tanah turun perlahan dari atas tebing, sebelum akhirnya material berukuran besar ikut meluncur ke bawah.

“Pas kejadian kedua itu hujan deras dan kondisi sepi. Material turun sedikit-sedikit, lama-lama yang besar ikut longsor,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Yatemi dan keluarganya merasa tidak tenang, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ia mengaku memilih tidur di lantai dua rumahnya demi mengurangi rasa takut.

“Saya selalu khawatir kalau hujan deras. Tidur jadi tidak nyaman. Daripada tidur di bawah, saya pilih di lantai dua. Takut,” ungkapnya.

Yatemi yang telah tinggal di lokasi tersebut selama sekitar 30 tahun menyebut kejadian longsor kali ini adalah yang paling besar.

Sementara itu, Lurah Susukan, Suhartono, menjelaskan longsor pertama terjadi pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB. Penanganan dilakukan bersama BPBD, pemerintah kelurahan, TNI-Polri, serta Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penggaron hingga sekitar pukul 23.00 WIB, sehingga akses jalan kembali bisa dilalui.

“Namun pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB terjadi lagi longsor susulan di lokasi yang sama. Selain itu ada tambahan longsor di RT 3 dan RT 5 di lingkungan warga,” jelas Suhartono.

Pihak kelurahan telah melaporkan kejadian tersebut kepada camat untuk diteruskan ke dinas terkait. Koordinasi juga dilakukan dengan BKPH Penggaron dan Dinas Lingkungan Hidup untuk rencana pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang.

Selain itu, kelurahan meminta bantuan DPU serta berkoordinasi dengan Bina Marga Jawa Tengah terkait perbaikan jalan yang rusak, termasuk akses menuju Dusun Kaligawe yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Kami juga meminta linmas dan warga untuk terus memantau kondisi wilayah karena curah hujan masih tinggi,” tambahnya.

Suhartono mengimbau warga di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada dan berkoordinasi dengan RT dan RW. Ia juga meminta kendaraan bermuatan besar untuk sementara tidak melintasi jalur tersebut.

“Untuk kendaraan besar sebaiknya dialihkan dulu karena berbahaya. Sepeda motor dan mobil kecil masih memungkinkan, tapi tetap harus hati-hati,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

monyet liar
Resahkan Warga Salatiga, Damkar dan BKSDA Turun Tangan Atasi Monyet Liar
Aksi pemukulan akibat cekcok lalu lintas terjadi di jalur Lemah Abang–Bandungan, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu malam (10/5/2026). Polisi mengamankan pelaku berinisial T setelah video CCTV kejadian viral di media sosial. Pelaku mengaku emosi karena kesulitan mendahului kendaraan korban.
Kesal Tak Bisa Nyalip, Pria Sok Jago Aniaya Pemotor di Bandungan
Seorang pemuda asal Tuntang, Kabupaten Semarang, melangsungkan akad nikah di kantor Satresnarkoba Polres Salatiga, Minggu (10/5/2026), saat menjalani proses hukum kasus peredaran pil Yarindu. Pernikahan digelar secara sederhana dengan pengawalan polisi setelah keluarga memohon agar prosesi tetap dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan nilai kemanusiaan.
Mirip Sinetron “Terikat Janji”, Pengedar Yarindu Nikahi Pujaan Hati di Kantor Polisi
Seekor kera ekor panjang yang berkeliaran di permukiman Dusun Ampelgading, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang selama dua hari berhasil ditangkap warga bersama Pam Swakarsa Bima, Kamis (7/5/2026) malam. Satwa diduga kelaparan dan masuk ke warung warga hingga menyebabkan seorang warga terluka akibat gigitan dan cakaran saat proses penangkapan.
Kera Ekor Panjang Jarah Warung dan Serang Warga Bandungan, Satu Orang Terluka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Satreskrim Polres Semarang menyelidiki dugaan penyelewengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sejak April 2026. Polisi telah memeriksa dua warga dan masih mengumpulkan data dari Kementerian Sosial untuk memastikan penerima bantuan serta kemungkinan adanya korban lain.
Dugaan Penyelewengan Dana PKH di Bandungan Diselidiki Polisi, Warga Disebut Bersiap Demo
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran hingga pengendara berhasil diamankan di sekitar KM 353 A untuk diberikan pembinaan dan edukasi keselamatan.
Motor Nyelonong Masuk Tol Semarang-Batang, Pengendara Mengaku Tak Sadar Sudah di Jalan Bebas Hambatan
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
monyet liar
Resahkan Warga Salatiga, Damkar dan BKSDA Turun Tangan Atasi Monyet Liar
Jembatan Kalikuto di ruas jalan Tol Semarang Batang
Destinasi Wisata Jateng Diburu Saat Long Weekend, Trafik Tol Kalikangkung Meningkat
19 Mei 2026 Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat pada Sore Hari
19 Mei 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat pada Sore Hari

INFOGRAFIS

TERKINI

19 Mei 2026 Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat pada Sore Hari
19 Mei 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat pada Sore Hari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 19 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan-sedang. Potensi hujan lebat...
DPRD Kota Salatiga melantik Sularman sebagai anggota DPRD Pengganti Antarwaktu (PAW) sisa masa jabatan 2024–2029 dalam Rapat Paripurna di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Senin (18/5/2026). Sularman menggantikan Heru Prastyo berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah dan langsung menempati sejumlah posisi strategis di DPRD.
Sularman Resmi Gantikan Heru Prastyo. Dance Berharap Segera Adaptasi
DPRD Kota Salatiga melantik Sularman sebagai anggota DPRD Pengganti Antarwaktu (PAW) sisa masa jabatan 2024–2029 dalam Rapat Paripurna di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Senin (18/5/2026). Sularman menggantikan...
Satreskrim Polres Semarang menyelidiki dugaan penyelewengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sejak April 2026. Polisi telah memeriksa dua warga dan masih mengumpulkan data dari Kementerian Sosial untuk memastikan penerima bantuan serta kemungkinan adanya korban lain.
Dugaan Penyelewengan Dana PKH di Bandungan Diselidiki Polisi, Warga Disebut Bersiap Demo
Satreskrim Polres Semarang menyelidiki dugaan penyelewengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sejak April 2026. Polisi telah...
WhatsApp Image 2026-05-18 at 12.14
Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi
PT KAI Daop 1 Jakarta terus menutup perlintasan sebidang di wilayah Jabodetabek pada 2026 untuk menekan kecelakaan kereta api. Namun, akademisi transportasi Djoko Setijowarno menilai langkah tersebut perlu...
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran hingga pengendara berhasil diamankan di sekitar KM 353 A untuk diberikan pembinaan dan edukasi keselamatan.
Motor Nyelonong Masuk Tol Semarang-Batang, Pengendara Mengaku Tak Sadar Sudah di Jalan Bebas Hambatan
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran...
Muat Lebih

POPULER

BUMDes Menara Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terus mengembangkan usaha ketahanan pangan berbasis hidroponik sejak 2025 dengan membudidayakan selada premium di greenhouse desa. Pengelolaan usaha yang didukung dana desa dan pemasaran hingga luar daerah itu kini mampu menyumbang sekitar 60 persen Pendapatan Asli Desa (PADes).
BUMDes Menara Karangduren, Hasilkan Selada Premium, kini Tembus Pasaran Jawa Timur
Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal Nebeng Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang
Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal "Nebeng" Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan penerapan parkir berbayar di seluruh puskesmas sebagai bagian penataan layanan nonkesehatan sesuai Perwali Nomor 2 Tahun 2026. Kebijakan itu dilakukan melalui penyusunan mekanisme dan sarana pendukung guna meningkatkan ketertiban parkir, transparansi pengelolaan, serta optimalisasi pendapatan daerah dan keamanan kendaraan pengunjung.
Pemkot Salatiga Wacanakan Parkir Berbayar di Seluruh Puskesmas

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved