KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Rutan Salatiga Berkomitmen Wujudkan Zero Buta Huruf Al Quran Bagi Warga Binaan

Rutan Salatiga Berkomitmen Wujudkan Zero Buta Huruf Al Quran Bagi Warga Binaan

Rutan Salatiga Berkomitmen Wujudkan Zero Buta Huruf Al Quran Bagi Warga Binaan

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga kembali berkomitmen untuk mengentaskan dan membebaskan warga binaan dari buta huruf Al Quran.

Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengatakan bahwa untuk membebaskan dan mengentaskan warga binaan dari buta huruf Al Quran, Rutan Salatiga menggandeng berbagai pihak memberikan pembinaan dan pendampingan pembelajaran Iqro hingga Al Quran kepada para warga binaan.

“Kami menggandeng berbagai pihak untuk membebaskan warga binaan dari buta huruf Al Quran,” ujarnya belum lama ini.

Andri menjelaskan bahwa salah satu cara adalah membagi dan memberikan kelas khusus bagi warga binaan yang belum bisa sama sekali membaca iqro, kemudian kelas bagi warga binaan yang sudah mulai mengenal Iqro ataupun Al Quran dan kelas Al Quran.

“Kami menggandeng guru dari Yayasan Hati Beriman, Owner singkong D9, Kementerian Agama dan penyuluh-penyuluhan keagamaan dari Kota Salatiga. Hal ini menjadi poin penting bahwa keberhasilan mewujudkan zero buta huruf dengan peranan penting baik dari petugas internal dan dukungan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu pembina kegiatan hari ini Ustadz Toyib dari Yayasan Hati Beriman menambahkan sangat mendukung program pembinaan di Rutan Salatiga ini.

Dalam pembelajaran kali ini kami memberikan pembinaan belajar ilmu tajwid dan Iqro supaya mereka bisa membaca kitab suci Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Ustadz Toyib mengakui pemanfaatan waktu di Rutan ini sangat positif. Sehingga mereka tidak ngelamun dan meratapi nasib saja, tetapi dengan pembinaan rohani ini dapat dimanfaatkan dengan hal yang positif.

“Belajar membaca Al Qur’an ini menjadi poin penting saat mereka nanti bebas. Dengan bekal keimanan dan ketaqwaan sehingga menjadi kunci meminimalisir pengulangan tindak pidana bagi mereka,” pungkasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
[pekok2]