URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peristiwa rem blong hingga merenggut nyawa kembali terjadi di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), sekitar Salip Putih tepatnya di simpang empat Kumpulrejo Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Sabtu (22/10/2022)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sabtu Kelabu, Diduga Rem Blong, Truk Boks Tabrak Supeltas di Salip Putih Hingga Tewas

Sabtu Kelabu, Diduga Rem Blong, Truk Boks Tabrak Supeltas di Salip Putih Hingga Tewas

Sabtu Kelabu, Diduga Rem Blong, Truk Boks Tabrak Supeltas di Salip Putih Hingga Tewas

featured-img

Peristiwa rem blong hingga merenggut nyawa kembali terjadi di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), sekitar Salip Putih tepatnya di simpang empat Kumpulrejo Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Sabtu (22/10/2022) siang sekira pukul 11.45 wib. Sebuah truck menabrak Supeltas hingga tewas di tkp.

Korban tewas bernama Sartono warga Warak RT 7 RW6 Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga.

Kasi Humas Polres Salatiga, IPTU Henri Widyoriani saat dikonfirmasi rasikafm.com mengatakan, truk boks Mitsubishi Colt Diesel B 9779 VCC yang dikemudi Taryono warga Gesangan Kelurahan Kebowan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang melaju dari arah Kopeng menuju Kota Salatiga.

“Sesampai di tkp diduga mengalami gangguan fungsi rem sehingga mobil melaju tak terkendali bersamaan dengan itu di pinggir Jalan JLS Jalur Tingkir menuju Blotongan berdiri seorang bernama Sartono,”katanya.

“Karena jarak terlalu dekat dan tidak bisa saling menghindar sehingga terjadilah benturan/kecelakaan lalu lintas,”jelas IPTU Henri.

Sementara menurut keterangan saksi bernama Arso mengatakan, truk boks tersebut diduga mengalami rem blong. Sesampainya di lokasi kejadian truk langsung menabrak petugas pengatur lalu lintas (Supeltas).

“Petugas tersebut tidak dapat menghindar karena jarak antara truk boks terlalu dekat. Setelah itu, truk tersebut langsung menerobos jalan dan menabrak median jalan tengah,”kata Arso.

Akibat tertabrak truk boks, Median tengah jalan tersebut rusak. Truk tersebut berhenti di pinggir jalan perempatan Salib Putih JLS Kota Salatiga.

Pasca peristiwa itu, sopir truk mengalami syok serta korban meninggal dunia dilarikan ke RSUD Kota Salatiga.

“Sopir dan yang tertabrak langsung di bawa ke RS Salatiga,” jelasnya.

Pantauan wartawan, truk derek yang akan mengevakuasi truk boks yang mengalami rem blong sudah di lokasi kejadian.

Namun karena cuaca tidak mendukung belum dilakukan evakuasi pengambilan truk boks hingga sabtu sore.

Saksi saat diwawancarai Rasika

 

BACA JUGA :

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang