URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seluruh pedagang pasar tiban dari berbagai wilayah yang membuka lapak di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Minggu (14/8) mengibarkan bendera merah putih menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sambut HUT RI ke-77, Pedagang Pasar Tiban Kibarkan 1.000 Bendera Merah Putih Serentak

Sambut HUT RI ke-77, Pedagang Pasar Tiban Kibarkan 1.000 Bendera Merah Putih Serentak

Sambut HUT RI ke-77, Pedagang Pasar Tiban Kibarkan 1.000 Bendera Merah Putih Serentak

featured-img

Seluruh pedagang pasar tiban dari berbagai wilayah yang membuka lapak di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Minggu (14/8) mengibarkan bendera merah putih menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77. Program tersebut merupakan intruksi dari Pengurus Paguyuban Pasar Tiban Margorejo yang menaungi seluruh pedagang.

Muh. Haris, salah satu Pembina Paguyuban Pasar Tiban Margorejo berpesan agar para pedagang menjaga kekompakan dan soliditas bersama. Haris juga mendoakan semoga pasca pandemi covid-19, para pedagang bisa bangkit kembali mencari rezeki di pasar tiban yang sudah berlangsung sejak 12 tahun lalu.

“Bapak dan Ibu para pedagang terus semangat mencari rezeki untuk mencukupi perekonomian keluarga. Jaga terus kekompakan dan soliditas para pedagang. Keberlangsungan dan manfaat dari pasar ini tergantung kepada kita semua. Mari kita jaga dengan sebaik-baiknya,” kata Muh. Haris, mantan wakil walikota Salatiga dua periode.

Pihaknya mengajak para pedagang untuk ikut serta mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan yang positif. Termasuk dua pekan terakhir, para pedagang mengibarkan bendera di lapaknya masing-masing.

Muhammad Sobirin atau yang lebih dikenal Pak Biron, Ketua Paguyuban Pasar Tiban Margorejo menyampaikan terima kasih kepada Muh. Haris sekalian ibu yang telah menyempatkan menyapa para pedagang. Para pengurus paguyuban mengaku bersyukur mendapatkan arahan dan pembinaan yang berkelanjutan dari mantan wakil walikota Salatiga tersebut.

Muh. Haris bersama istri saat menyapa pengujung di Pasar tiban JLS

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muh. Haris beserta Ibu Ida karena senantiasa memberikan arahan dan pembinaan kepada kami,” kata Pak Biron.

Amin (55), pedagang pertama di Pasar Tiban JLS Salatiga juga bersyukur dengan adanya dukungan dari pemerintah tentang keberadaan pasar ini. Dulunya, beliau berkeliling menjajakan dagangannya dengan sepeda. Sejak adanya pasar tiban ini, meskipun hanya seminggu sekali tetapi pendapatannya lumayan.

Pantauan Rasika FM ada suasana merah putih saat pengguna jalan melintas di JLS minggu 14 Agustus lalu.

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada 23 Juni 2026 untuk mempercepat penanganan rob yang menggenangi permukiman warga. Pemprov Jateng menyiapkan...
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan menerima audiensi peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III di ruang kerjanya untuk membahas delapan aksi perubahan yang dirancang sebagai inovasi...
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Kelangkaan pasokan daging sapi terjadi di Kota Salatiga pada Juni 2026 akibat menurunnya populasi sapi potong yang siap dipasarkan. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga mencatat kebutuhan sekitar 15...
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Rutan Kelas II B Salatiga resmi menjalin kerja sama dengan Badan Bimbingan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) di Salatiga untuk memperluas akses layanan bantuan...
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM?
Pemerintah memastikan skema insentif Rp5 juta untuk pembelian motor listrik semakin dekat diterapkan setelah Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan menyelesaikan koordinasi aturan, dengan Peraturan...
Muat Lebih

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia