URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan 3.167 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 di Auditorium Kampus 3, Sabtu (20/6/2026). Pengukuhan dilakukan setelah para peserta lulus UKMPPG. Dalam acara tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menekankan pentingnya sinergi keluarga dan sekolah serta peran guru dalam menghadapi tantangan digital, perundungan siber, judi online, dan krisis komunikasi keluarga demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai

Mentri Wihaji berfoto dengan wisudawan PPG UIN Salatiga (Foto dol IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga telah mengukuhkan 3.167 Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025, Sabtu (20/6/2026). Prosesi Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Guru Profesional tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Student Center Prof. Dr. H. Achmadi, Kampus 3 UIN Salatiga.

Acara tersebut menjadi momentum penting bagi ribuan pendidik yang telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG). Melalui pengukuhan ini, para pendidik tersebut resmi menyandang gelar guru profesional.

Pengukuhan ini turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji menyampaikan orasi ilmiah dan menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan UIN Salatiga.

MoU tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana melalui jalur pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Wihaji didampingi Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Wahyuniati, S.IP., MPH, serta Staf Khusus Kemendukbangga atau BKKBN, Drh. Triyaka Lisdiyanta, M.Si. Turut hadir dalam rombongan pendamping, Plt. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan, Dr. Yuni Hastutiningsih, SKM, M.Kes., dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, M.M.

Wihaji, yang merupakan alumni UIN Salatiga, menegaskan bahwa lembaga pendidikan dan keluarga harus berjalan bersama dalam membangun generasi masa depan.

“Keluarga dan sekolah adalah dua sisi dari satu koin yang sama. Bangsa ini tidak akan pernah bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045 jika kedua pilar tersebut berjalan sendiri-sendiri,” ujar Wihaji.

Menurutnya, tantangan guru saat ini semakin kompleks. Guru kini berhadapan dengan target kurikulum serta berbagai persoalan sosial dan digital yang berdampak langsung pada mentalitas anak.

“Tantangan guru zaman sekarang sangat kompleks dan melampaui target mengejar ketertinggalan kurikulum. Para pendidik kini berhadapan langsung dengan isu kontemporer yang mengintai mentalitas anak, seperti maraknya judi online, pornografi, perundungan siber atau cyberbullying, hingga degradasi komunikasi keluarga akibat tekanan ekonomi,” katanya.

Wihaji menilai, kehadiran guru profesional tetap tidak tergantikan di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, anak-anak dapat mengakses pengetahuan melalui kecerdasan buatan atau mesin pencari, sedangkan pendidikan nilai tetap membutuhkan kehadiran guru.

Ia menegaskan bahwa kerja sama Kemendukbangga/BKKBN dengan UIN Salatiga menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan keluarga melalui ekosistem sekolah.

“Melalui MoU ini, program Bangga Kencana akan diintegrasikan ke dalam jalur pendidikan. Saya menitipkan pesan agar para guru yang dikukuhkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang aktif dengan orang tua murid demi memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan keluarga yang bahagia,” ujar Wihaji.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., selaku pimpinan upacara, menilai pesan yang disampaikan Menteri Wihaji sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Tema orasi ilmiah yang dibawakan sangat relevan dengan tantangan masa depan. Generasi emas di sekolah harus tetap ditopang oleh keluarga yang kokoh, dan guru profesional adalah jembatan utamanya,” kata Zakiyuddin.

Zakiyuddin berpesan agar para guru profesional mampu menjalankan peran secara utuh sebagai pengajar, pembimbing karakter, dan penjaga nilai spiritual peserta didik.

“Sebagai lulusan dari UIN Salatiga, kampus yang menjunjung tinggi nilai Islam yang damai, inklusif, dan adaptif, saya menitipkan tiga pesan utama untuk Bapak dan Ibu Guru sekalian. Gelar guru profesional dan sertifikat pendidik yang Anda terima hari ini merupakan legitimasi bahwa Anda adalah ahli di bidangnya, yang siap menguasai teknologi dan konten keilmuan secara mendalam, di samping aspek tunjangan profesi,” kata Zakiyuddin.

Ia menambahkan, guru harus mampu menjadi oase bagi anak didik di tengah derasnya pengaruh negatif dari gawai.

“Guru wajib mengajarkan ilmu sekaligus membimbing karakter dan spiritualitas siswa. Di tengah gempuran nilai-nilai luar yang merusak lewat gawai, guru harus mampu menjadi oase bagi anak didik,” ujarnya.

Wihadi berikan keterangan media

BACA JUGA :

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan dan diwisuda dalam graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Selasa (30/6/2026). Keberhasilan tersebut diraih melalui graduasi mandiri dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, sebagai wujud peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan.
2.596 Warga Klaten resmi keluar dari data kemiskinan
Jurnal ilmiah UIN Salatiga, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), meraih penghargaan Diktis Award 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6), setelah berhasil mempertahankan predikat Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Nasaruddin Umar sebagai bukti pengakuan global terhadap mutu akademik perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
IJIMS UIN Salatiga Raih Apresiasi Tertinggi Menag di Diktis Award 2026
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting