URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan

Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan

Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan

Ahmad Lutfi, Gubernur Jawa Tengah Demi Ekonomi dan Kelancaran Mudik, Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Jalan Strategis
featured-img

TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan puluhan miliar rupiah untuk memperbaiki dan memelihara ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan tingkat kemantapan jalan yang sempat menurun akibat curah hujan tinggi pada awal 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, perbaikan jalan akan menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2026.

“Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” kata

Luthfi saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah sempat mencatat prestasi dengan menempati peringkat kedua nasional dalam capaian kemantapan jalan pada 2025 dengan angka mencapai 94 persen. Namun, hujan berkepanjangan yang terjadi pada awal tahun menyebabkan kondisi sejumlah ruas jalan mengalami penurunan.

Karena itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan anggaran khusus untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan jalan di sejumlah daerah yang masuk wilayah pengembangan Bregasmalang dan Petanglong.

Di Kabupaten Brebes, anggaran sebesar Rp9,345 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 143 kilometer. Selain itu, Rp14,23 miliar disiapkan untuk peningkatan ruas Bumiayu–Salem dan Sirampog–Bumiayu.

Tak hanya itu, Pemprov juga menganggarkan Rp9,39 miliar untuk rehabilitasi sejumlah ruas strategis, yakni Kersana–Bandungsari, Bandungsari–Pananggapan, serta Bandungsari–Salem.

Sementara di Kabupaten Pemalang, pemerintah mengalokasikan Rp6,1 miliar untuk kegiatan pemeliharaan rutin jalan provinsi.

Kabupaten Pekalongan memperoleh anggaran Rp5,67 miliar untuk pemeliharaan rutin dan tambahan Rp5,27 miliar untuk peningkatan ruas Wiradesa–Kajen yang menjadi jalur penting aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

Adapun Kabupaten Batang mendapatkan alokasi Rp5,06 miliar untuk pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 76,99 kilometer.

Luthfi menegaskan, peningkatan kualitas jalan tidak hanya bertujuan memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung peran strategis

Jawa Tengah sebagai jalur utama transportasi nasional, terutama saat musim mudik dan arus balik.

Dengan kondisi jalan yang mantap, masyarakat akan memperoleh kenyamanan dan keamanan yang lebih baik saat berkendara, sementara aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efisien.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan seluruh program pemeliharaan dan peningkatan jalan telah dipetakan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Secara keseluruhan alokasi untuk ruas jalan sudah kita plotting dan siap dilaksanakan sesuai perencanaan,” ujar Henggar.

Melalui investasi infrastruktur tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, daya saing daerah meningkat, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat terus terdorong di tengah tantangan pembangunan yang ada.

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum