KABAR RASIKA

Sambut Nataru, Polda Jateng Adakan Operasi Lilin Candi

Sambut Nataru, Polda Jateng Adakan Operasi Lilin Candi

Sambut Nataru, Polda Jateng Adakan Operasi Lilin Candi

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Polda Jateng akan mengadakan Operasi Lilin Candi alam rangka menyambut Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Kegiatan ini akan berlangsung selama 11 hari yakni mulai tanggal 22 Desember 2022 sampai 3 Januari 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Firly Ruspang Samosir usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Ops Lilin Candi bersama Stakeholder di MG Setos Hotel Semarang, Senin (19/12/2022).

Dalam agenda itu, Firly menyampaikan kesiapan Polda Jateng dalam menyambut tahun baru. Setiap daerah, kepolisian nantinya akan melaksanakan Operasi Lilin dengan bekerja sama dengan TNI.

“Kegiatan lintas sektoral rapat sektoral yang pertama dilaksanakan atau terhubung dengan tingkat Mabes Polri dalam hal ini bapak Asops Kapolri dengan tingkat pusat breakdown kebawah seluruh jajaran Indonesia khusus,” ujar Filry kepada awak media.

“Kita mempersiapkan seluruhnya, selain aparat dalam hal ini kami Kepolisian, dengan rekan kita TNI dan instansi terkait dalam hal ini mempersiapkan bagaimana ketika nanti pada pelaksanaan operasi yang namanya di Polda Jateng Lilin Candi akan berlangsung 11 hari,” tambahnya.

Firly menyampaikan akan ada tiga jenis Pos yang disiagakan untuk menyambut Nataru. Ketiga Pos tersebut yakni Pos Pam, Pos Yan dan Pos Terpadu.

“Untuk masyarakat yang mau mudik mungkin dalam hal ini berlibur sekalian mudik menjelang akhir tahun atau pun nanti menjelang awal tahun itu semua kita melaksanan Operasi Lilin Candi dilaksanakan bersama-sama,” terangnya.

Firly menerangkan, untuk menjaga penyebaran virus Covid-19, masyarakat yang hendak datang dari Kota asal menuju ke Kota lainnya untuk disiplin protokol kesehatan. Menurutnya, saat ini virus Covid-19 varian Omciron masih harus diwaspadai.

“Kita melaksanakan Dasar saat ini adalah Imendagri Nomor 50 dan 51. Bagaimana itu melakukan ataupun masyarakat tetap akan kita sampaikan edukasi. Kami juga harap tetap melaksanakan menjaga, memakai masker mengatur jarak dan sebagainya. Apalagi tempat kerumunan di rest area atau konser dan sebagainya itu ada di Intruksi Mendagri No. 50 dan 51,” bebernya.

Selain arus mudik, kepolisian juga akan menjaga tempat ibadah ketika pada saat Natal berlangsung. Tak hanya itu, kepolisian juga disiagakan ketika terjadi bencana alam.

“Selain bagaimana mengantisipasi arus transformasi kendaraan, kita juga seluruh jajaran Polda Jateng tetap mengantisipasi yang namanya bencana alam. Itu semua kita tidak bisa bekerja sendirian tetap harus bekerja bersama-sama seperti kita kolaborasi dengan instansi terkait khususnya juga bersinergi dengan TNI,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px