URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Banjir, rob dan tanah longsor menerjang sejumlah daerah di Jawa Tengah. Gubernur Ganjar Pranowo menyiapkan sedikitnya Rp15 Miliar anggaran yang dicadangkan untuk penanganan bencana darurat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sejumlah Daerah Dilanda Bencana, Ganjar Siapkan Anggaran Darurat Rp15Miliar

Sejumlah Daerah Dilanda Bencana, Ganjar Siapkan Anggaran Darurat Rp15Miliar

Sejumlah Daerah Dilanda Bencana, Ganjar Siapkan Anggaran Darurat Rp15Miliar

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Banjir, rob dan tanah longsor menerjang sejumlah daerah di Jawa Tengah. Gubernur Ganjar Pranowo menyiapkan sedikitnya Rp15 Miliar anggaran yang dicadangkan untuk penanganan bencana darurat.

Ditemui di rumah dinasnya, Jumat (2/12), Ganjar telah menerima informasi dan laporan terkini soal bencana di Jawa Tengah. Salah satunya pagi tadi Ganjar menerima laporan rob yang meninggi di sekitar Sayung, Demak.

“Kemarin ada banjir di Blora sudah surut, Pati di beberapa tempat dan ini mesti segera kita bereskan. Manusianya ditolong persoalannya kita selesaikan,” katanya.

Ganjar mengatakan, penanganan bencana khususnya banjir dan rob perlu penyelesaian jangka panjang. Khususnya terkait pekerjaan sipil yang masih berjalan.

“Maka kenapa kami sering komunikasi dengan Pak Basuki Menteri PUPR, dengan BBWS, dan balai besar jalan untuk kita bisa berkoordinasi termasuk dengan kawan-kawan bupati wali kota,” ujarnya.

Secara khusus Ganjar juga menyoroti keberadaan Galian C ilegal yang jadi sebab bencana banjir di beberapa daerah. Perihal ini Ganjar meminta agar segera ditertibkan.

“Kita tidak anti lho, tapi kita atur tata ruang yang benar, tata cara penambangan yang benar dan legal,” tegasnya.

Ganjar tak memungkiri kebutuhan Galian C untuk proyek infrastruktur di Jawa Tengah tinggi. Hanya pelaksanaannya harus sesuai aturan agar tata ruang terjaga dan tidak mengakibatkan bencana.

“Allah kasih jalan sebenarnya setiap ada erupsi-erupsi dari Merapi itu bisa diambil dan itu sebenarnya rejeki yang kita dapatkan, tapi tinggal tata caranya saja agar tidak ilegal kemudian merusak lingkungan,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Ganjar memastikan seluruh bantuan baik sumberdaya manusia mau pun logistik dalam posisi siaga. Termasuk anggaran yang dicadangkan untuk situasi seperti ini.

“BTT kita kemarin itu Rp 15Miliar. Ada penambahan kalau nggak salah, saya lupa persisnya, kemarin kita minta untuk ada penambahan karena posisi bencananya kan bertambah. Kalau nggak salah sudah sampai Rp 20M atau Rp 30M,“ tandasnya.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Jawa Tengah terkena bencana. Beberapa waktu lalu, di Pati mengalami banjir pada Rabu petang (30/11). Sejumlah permukiman terendam banjir hingga ketinggian 2 meter.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara