URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam menghadapi musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah mengambil langkah-langkah antisipatif. Pemetaan daerah rawan dan upaya mitigasi termasuk di antaranya. Khususnya bagi masyarakat pedesaan, penggunaan kentongan dianggap efektif sebagai sarana komunikasi untuk memberikan peringatan bencana.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kentongan Dinilai Efektif dalam Upaya Mitigasi Bencana Masyarakat Pedesaan

Kentongan Dinilai Efektif dalam Upaya Mitigasi Bencana Masyarakat Pedesaan

Kentongan Dinilai Efektif dalam Upaya Mitigasi Bencana Masyarakat Pedesaan

Petugas BPBD Kabupaten Semarang bersama relawan, TNI, Polri melaksanakan simulasi evakuasi dan penanganan bencana dalam apel gabungan dan gelar peralatan kesiapsiagaan bencana Kabupaten Semarang 2023 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Selasa (12/12/2023). Foto: win
Petugas BPBD Kabupaten Semarang bersama relawan, TNI, Polri melaksanakan simulasi evakuasi dan penanganan bencana dalam apel gabungan dan gelar peralatan kesiapsiagaan bencana Kabupaten Semarang 2023 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Selasa (12/12/2023). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Memasuki musim penghujan tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang melakukan sejumlah langkah antisipasi jika terjadi bencana. Di antaranya adalah pemetaan daerah rawan dan juga upaya mitigasi bencana lainnya.

Bagi masyarakat pedesaan khususnya, penggunaan sarana komunikasi berupa kentongan dinilai efektif dalam memberikan sinyal atau peringatan jika terjadi bencana. Atas hal itu, BPBD Kabupaten Semarang mencoba ‘menghidupkan’ kembali kearifan lokal itu sebagai bagian dari upaya mitigasi.

“Kentongan sangat efektif di masyarakat pedesaan. Kami mencoba menggugah kembali meski saat ini sudah ada teknologi, namun itu bisa dimanfaatkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan, usai apel gabungan dan gelar peralatan kesiapsiagaan bencana Kabupaten Semarang 2023 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Selasa (12/12/2023).

Menurut Alex (sapaan akrabnya), saat ini telah ada 22 desa tanggap bencana (destana) di Kabupaten Semarang. Melalui destana itu, pihaknya ingin mengedukasi penggunaan kembali kentongan sebagai sarana penyampaian informasi dan titik kumpul jika terjadi bencana.

“Sehingga memudahkan kami saat melaksanakan mitigasi, evakuasi dan penanganan bencana,” ungkapnya.

Terkait daerah rawan bencana, lanjutnya, mengacu pada tahun sebelumnya terdapat sejumlah kecamatan yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.

“Kita sudah petakan di antaranya Kecamatan Banyubiru, Ambarawa, Sumowono, Jambu dan Getasan yang kemarin terjadi kebakaran hutan, banjir bandang dan tanah longsor,” jelasnya.

Pihaknya juga telah membangun sistem komunikasi untuk mempercepat penanganan bencana melalui beberapa jalur. Ada kontak darurat melalui layanan pesan singkat WhatsApp (WA) dan penyediaan radio rig untuk memonitor setiap kecamatan dan petugas pemadam kebakaran (damkar).

“‘Di samping itu, kita tentu siagakan relawan BPBD dan PMI untuk berkoordinasi kepada pihak kecamatan masing-masing. Segera kontak kalau terjadi bencana, kita akan segera bergerak,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum