URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPBD Kabupaten Semarang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi tingginya intensitas hujan yang telah menyebabkan dampak seperti tumbangnya dua pohon di Kecamatan Pabelan dan Kecamatan Suruh, salah satunya merusak rumah warga di Desa Krandon Lor pada Selasa (19/11/2024).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadapi Potensi Bencana, BPBD Kabupaten Semarang Siaga 24 Jam

Hadapi Potensi Bencana, BPBD Kabupaten Semarang Siaga 24 Jam

Hadapi Potensi Bencana, BPBD Kabupaten Semarang Siaga 24 Jam

Kondisi rumah yang hancur milik warga Desa Krandon Lor, Suruh, akibat tertimpa pohon usai hujan berintensitas tinggi dan angin kencang di wilayah tersebut, Selasa (19/11/2024) sore. Foto: Vega/ Camat Suruh
Kondisi rumah yang hancur milik warga Desa Krandon Lor, Suruh, akibat tertimpa pohon usai hujan berintensitas tinggi dan angin kencang di wilayah tersebut, Selasa (19/11/2024) sore. Foto: Vega/ Camat Suruh
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Bumi Serasi dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu dampak cuaca ekstrem tersebut adalah tumbangnya dua pohon di Kecamatan Pabelan dan Kecamatan Suruh pada Selasa (19/11/2024). Pohon tumbang di Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, bahkan menimpa sebuah rumah warga sehingga atapnya mengalami kerusakan berat.

Alexander meminta masyarakat segera melapor kepada kepala desa atau lurah setempat jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang di sekitar lingkungan mereka.

“Karena ini sudah memasuki masa hidrometeorologi basah, kewaspadaan harus tetap dilakukan,” ujar Alex saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (21/11/2024).

Dikatakan Alex, pihaknya telah bersiap menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. BPBD bersiaga penuh selama 24 jam dengan mengaktifkan jaringan komunikasi hingga tingkat kecamatan.

“Persiapan penanganan bencana mencakup perawatan sarana dan prasarana, pemantauan menggunakan WhatsApp dan Handy Talky (HT), serta menyiagakan personel,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana yang dapat terjadi selama musim hujan.

“Kami juga sudah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana Darurat Hidrometeorologi Basah untuk mempercepat penanganan bencana alam,” tambah Alex. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara