URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemkab Semarang tengah memetakan masalah pendidikan, kata Bupati Ngesti Nugraha di Ungaran, Rabu (17/9/2025). Fokusnya penanganan 886 siswa inklusi, beasiswa 2026, sarpras sekolah, serta nasib 682 guru non-ASN yang terancam tanpa insentif. Solusi dicari dengan konsultasi ke Mendagri dan Menpan-RB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sekolah Inklusi dan Guru Non-ASN Masih jadi PR Pemkab Semarang, Ini Respons Bupati Semarang

Sekolah Inklusi dan Guru Non-ASN Masih jadi PR Pemkab Semarang, Ini Respons Bupati Semarang

Sekolah Inklusi dan Guru Non-ASN Masih jadi PR Pemkab Semarang, Ini Respons Bupati Semarang

Seorang anak berkebutuhan khusus sedang berdiri di balik teralis jendela bekas rumah dinas penjaga sekolah yang difungsikan sebagai ruang kelas inklusi, kompleks SDN Susukan 04, Ungaran Timur, Senin (15/9/2025). Foto: win
Seorang anak berkebutuhan khusus sedang berdiri di balik teralis jendela bekas rumah dinas penjaga sekolah yang difungsikan sebagai ruang kelas inklusi, kompleks SDN Susukan 04, Ungaran Timur, Senin (15/9/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sedang memetakan berbagai permasalahan pendidikan di wilayahnya, dengan fokus utama pada penanganan siswa inklusi dan nasib tenaga pengajar non-Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikannya menanggapi berbagai masukan dari Dewan Pendidikan dan hasil monitoring di sekolah-sekolah.

​Menurut Ngesti, saat ini terdapat 886 siswa inklusi di Kabupaten Semarang. Pemkab berencana mencari solusi untuk mengoptimalkan penanganan mereka, salah satunya dengan memusatkan siswa-siswa tersebut ke beberapa lokasi khusus.

​”Ada satu sekolah yang siswa inklusinya hanya tiga atau empat orang. Kalau memungkinkan, kami akan carikan satu atau dua tempat di wilayah strategis agar mereka bisa dijadikan satu dalam ruang kelas khusus,” jelas Ngesti saat ditemui di Ungaran, Rabu (17/9/2025).

​Selain itu, permasalahan lain yang menjadi perhatian adalah kekurangan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana (sarpras) sekolah, termasuk alat peraga untuk siswa inklusi.

​”Kami juga akan memprioritaskan pemberian beasiswa pada tahun 2026 untuk anak-anak disabilitas dan kurang mampu yang berprestasi,” lanjutnya.

​Terkait nasib tenaga pengajar non-ASN, Ngesti mengungkapkan kekhawatiran atas data 682 guru non-ASN yang tidak bisa masuk program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PPPK paruh waktu.

​”Jika sampai akhir tahun 2025 kami tidak bisa mengeluarkan insentif atau gaji bagi mereka, kami akan kerepotan. Kami akan konsultasi dengan Mendagri dan Menpan-RB untuk mencari solusi terbaik,” tegasnya.

​Ngesti menambahkan, ia sangat prihatin jika harus memberhentikan para guru yang telah mengabdi, terutama jika gaji mereka masih di bawah UMK. Ia berharap ada solusi terbaik agar pendidikan di Kabupaten Semarang bisa terus maju.

“Bagaimanapun mereka berjasa memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Semarang,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved