RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Selain Bunga Tabebuya, Baliho Prabowo bersama Gibran Warnai Kemeriahan di Sepanjang JLS

Selain Bunga Tabebuya, Baliho Prabowo bersama Gibran Warnai Kemeriahan di Sepanjang JLS

Selain Bunga Tabebuya, Baliho Prabowo bersama Gibran Warnai Kemeriahan di Sepanjang JLS

Baliho tanpa atribut partai atau relawan yang menampilkan gambar calon presiden Prabowo Subianto dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, dengan pesan 'Dukung Indonesia Negara Maju 2045', muncul di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Foto dok Hawin
Baliho Prabowo - Gibran bermunculan di JLS

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Baliho bergambar bakal calon presiden (Bacapres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto berdampingan dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka kini bertebaran di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Dalam baliho tersebut bertuliskan Dukung Indonesia Negara Maju 2045. Tidak ada embel-embel partai atau relawan dalam baliho tersebut. Hanya menampilkan sosok Bacapres dan Wali Kota Surakarta.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto mengaku, tidak tahu menahu siapa yang memasang baliho bergambar Prabowo-Gibran.

“Berkaitan dengan maraknya pemasangan baliho Prabowo-Gibran murni sebuah gerakan inisiatif para relawan pendukung. Gerindra Salatiga tidak ada instruksi kesana,” terang Yulianto seperti dikutip solopos.com belum lama ini.

Sebagai ketua Partai Gerindra Kota Salatiga Yulianto sangat mengapresiasi gerakan relawan dengan sukarela mendukung Prabowo Subianto menjadi presiden periode 2024-2029.

Menurutnya, adanya gerakan relawan yang memasang baliho di jalanan menunjukkan sosok Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merupakan figur yang sangat memiliki karakter kuat serta dicintai masyarakat karena dinilai sebagai sosok tokoh pemersatu bangsa.

Pantauan media gambar Bacapres Prabowo Subianto dengan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka terpasang di sejumlah titik di JLS Salatiga dengan ukuran 3×5 meter. Dari pantauan di lokasi ada sedikitnya lima baliho terpasang dengan jarak 5 meter satu dengan lainnya.

BACA JUGA :

Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran