URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ruas jalan di kawasan wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang tampak dipadati ribuan warga, Kamis (18/8/2022). Masyarakat yang terdiri dari kaum tua, muda, pria dan wanita rela berjalan kaki dari titik rest area Kopeng menuju lapangan Kridosono, Desa Kopeng untuk mengirab bendera merah putih sepanjang 1.000 meter.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan dalam 1.000 Meter Merah Putih

Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan dalam 1.000 Meter Merah Putih

Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan dalam 1.000 Meter Merah Putih

featured-img

UNGARAN – Ruas jalan di kawasan wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang tampak dipadati ribuan warga, Kamis (18/8/2022). Masyarakat yang terdiri dari kaum tua, muda, pria dan wanita rela berjalan kaki dari titik rest area Kopeng menuju lapangan Kridosono, Desa Kopeng untuk mengirab bendera merah putih sepanjang 1.000 meter.

Tak pelak rangkaian kegiatan itu menyita perhatian pengendara yang melintas dan membuat arus lalu lintas di jalur alternatif penghubung Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Magelang itu tersendat.

Sesampainya di lapangan Kridosono, bendera yang telah dikirab itu diserahkan secara simbolis kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Dalam sambutannya, Ngesti mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-77 kemerdekaan RI. Menurutnya, terkandung makna gotong royong dan kebersamaan dalam momen pembentangan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter itu.

“Jika tidak dilandasi semangat bersatu, gotong royong dan kebersamaan, maka tidak mungkin bisa dilakukan. Ini cukup susah, karena sangat panjang dan melibatkan banyak orang,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu juga berpesan agar warga khususnya di Kabupaten Semarang terus memupuk rasa kesatuan. Terlebih dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu.

“Jangan sampai terpecah belah yang akhirnya justru malah menghianati hasil perjuangan para pahlawan,” katanya.

Terkait dengan rangkaian perayaan HUT kemerdekaan RI, Ngesti menambahkan sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah tahun ini sangat semarak setelah dua tahun pandemi. Kita sudah mulai sejak persiapan Paskibraka, upacara dan resepsi kenegaraan. Sementara di masyarakat juga banyak pertunjukan seni budaya dan karnaval, mungkin sampai awal September nanti,” sambungnya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Semarang Rizka Dwi Prasetyo yang menggagas acara tersebut mengatakan selain pembentangan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter, terdapat juga aksi paper mob membentuk formasi bendera merah putih.

“Yang terlibat untuk pembentangan bendera sebanyak 2.600 orang sedangkan paper mob 1.600 orang, terdiri dari unsur masyarakat, ormas, TNI, Polri dan pelajar,” tuturnya.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut menurutnya adalah sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan.

“Tentunya bukan hanya seremonial seperti ini saja, melainkan juga mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif lainnya,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta