KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Semarang Akan Gelar PTM, Dewan Minta Vaksin Tak Jadi Syarat Masuk Sekolah

Semarang Akan Gelar PTM, Dewan Minta Vaksin Tak Jadi Syarat Masuk Sekolah

Semarang Akan Gelar PTM, Dewan Minta Vaksin Tak Jadi Syarat Masuk Sekolah

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti

RASIKAFM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) akan dimulai pada Senin (30/8/2021). Namun, kebijakan tersebut hanya untuk sekolah yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang.

PTM dimungkinkan untuk dilaksanakan karena sudah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri, terkait turunnya level PPKM Kota Semarang dalam Level 4 turun ke Level 3.

Regulasi ini berlaku bagi TK, SD, dan SMP Negeri yang mana sebelumnya telah dilakukan uji coba pada tahap 1 dan 2. Sedangkan beberapa sekolah swasta yang telah menghendaki pemberlakuan regulasi yang sama, dan juga sudah dilakukan verifikasi usai mengajukan ijin kepada Dinas Pendidikan.

Namun begitu, dalam pelaksanaanya, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti meminta sebagai vaksin tak menjadikan siswa sebagai syarat untuk masuk sekolah.

Hal itu ia sampaikan lantaran terbatasnya ketersediaan vaksin di Semarang dan masih banyak kelompok-kelompok rentan yang harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin.

“Warga dengan komorbit yang rentan terpapar (Covid-19) masih di prioritaskan (mendapat vaksin). Sedangkan DKK (Dinas Kesehatan Kota) dengan vaksin yang terbatas ada prioritas-prioritas,” kata Deti sapaan akrab saat ditemui di Balaikota Semarang, Kamis (26/8/2021).

Untuk itu, dia pun juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya orangtua terkait kerentanan dan daya tahan tubuh anak terhadap virus Covid-19.

“Aku mohon (DKK) statemen kepada masyarakat posisi anak gimana saat pandemi. Maksutnya kerentanan mereka imun mereka, kemudian mereka itu mudah terpapar atau tidak. Saya cuma minta statemen aja kepada orangtua agar ayem legowo melepas anaknya ketika PTM,” bebernya.

“Soalnya saya gak tau ilmu kesehatan, maksutnya anak-anak kecil imunnya lebih tinggi atau gimana. Apa karena banyak yang terpapar usia sekian itukan bisa dirumuskan. Maksutnya kata-kata yang terangkai harus secara medis. Tap yang pasti anak-anak sudah butuh tatap muka karena itu sudah darurat menurut saya demi melindungi karakter anak,” lanjutnya.

Apalagi, kata dia, sudah banyak sekolah yang telah mengikuti prosedur atau aturan dari Pemerintah sebagai syarat sekolah dilakukannya PTM.

“Karena kita sendiri prokesnya sudah luar biasa, semua tenaga didiknya juga sudah tervaksin. Tempatnya kita sudah beberapa kunjungan juga sekolah sudah mengikuti petunjuk. Cuma vaksin yang belum terkejar karena ada kelompok rentan yang jadi prioritas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, dari hasil penelitian-penelitian untuk anak tidak begitu rentan terpapar virus Covid-19.

“Menurut saya untuk anak tidak begitu rentan daya tahannya dari penelitian relatif kuat. Tapi seandainya divaksin itu lebih bagun kan gitu. Sehingga saran saya yang belum divaksin jaga imunnya pokonya jangan paranoid. Saya kira anak-anak kok relatif aman,” tuturnya.

Dia mencatat, setidaknya saat ini sebanyak 10 ribu anak didik SD, SMP dari Sekolah Negeri telah mendapat vaksinasi. Namun, jika memang anak didik harus mendapatkan vaksin, maka dirinya mendorong proses vaksinasi untuk segera dilakukan.

“Kalau ada nanti vaksin untuk anak-anak sekolah usia 12 tahun keatas segera dilakukan. Terus ada keseimbangan sekolah negeri dan swasta sehingga mungkin orang tua akan lebih tenang kalau anaknya sudah tervaksin,” pungkasnya.

“Prioritasnya sekarang nuntaskan vaksin dua dan vaksin satu diprioritaskan untuk orang-orang rentan jadi ibu-ibu hamil dan orang yang mempunyai komorbit,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]