URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gempa bumi susulan dengan magnitudo 2.6 SR kembali mengguncang Ambarawa Kamis (4/11/2021) sekira pukul 05:17 setelah sempat tenang selama beberapa hari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sempat Reda, Ambarawa Kembali Diguncang Gempa Swarm

Sempat Reda, Ambarawa Kembali Diguncang Gempa Swarm

Sempat Reda, Ambarawa Kembali Diguncang Gempa Swarm

featured-img

UNGARAN – Gempa susulan dengan magnitudo 2.6 SR kembali mengguncang Ambarawa, Kamis (4/11/2021). Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, gempa yang terjadi pada pukul 05:17:46 WIB itu merupakan rentetan gempa swarm ke-41.

“Karakteristik gempa swarm memang seperti itu, intensitasnya sering dengan magnitudo kecil,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto, Kamis (4/11/2021).

Heru mencontohkan gempa swarm juga terjadi di wilayah Pacitan serta Yogyakarta.

“Kebetulan saya juga gabung di group WA BMKG, di situ hampir setiap hari ada laporan gempa swarm di Pacitan dan Gunungkidul dengan dampak kerusakan yang kecil,” kata dia.

Heru menambahkan terkait rentetan gempa tersebut pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Pihaknya juga telah melakukan upaya mitigasi bencana melalui satgas penanggulangan bencana.

“Sebenarnya gempa dengan magnitudo di bawah 4.0 SR relatif aman. Kuncinya di struktur bangunan, jika kuat maka diguncang gempa swarm beberapa kali insyaAllah aman. Yang penting kalau ada gempa masyarakat siap siaga dengan mencari tempat yang aman di lapangan terbuka, hindari bangunan dan pepohonan,” imbuhnya.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie memberikan keterangan terkait terjadinya gempa ke-41 ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu maupun berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masyarakat yang berada di wilayah gempa juga agar waspada dengan menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
Termasuk memastikan bangunan tempat tinggalnya cukup tahan gempa,” kata dia.

Untuk informasi resmi BMKG bisa diakses melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG).
“Seperti website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan