RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Setelah Hampir 2 Tahun Vakum, Wali Kota Salatiga, Pimpin Upacara Diawal Tahun 2022

Setelah Hampir 2 Tahun Vakum, Wali Kota Salatiga, Pimpin Upacara Diawal Tahun 2022

Setelah Hampir 2 Tahun Vakum, Wali Kota Salatiga, Pimpin Upacara Diawal Tahun 2022

Walikota Salatiga Yuliyanto memimpin langsung upacara pengibaran bendera merah putih pada apel pagi di Lingkungan Pemerintah Kota Salatiga. Senin 10-1-22. Kepada peserta Upacara, Dirinya menekankan pentingnya penerapan pelayanan prima kepada masyarakat.

“ Agar mulai berbenah terutama yang menyangkut aspek-aspek penerapan pelayanan prima. Sebab tidak dapat dipungkiri jika saat ini masih ada paradigma birokrasi terkait dengan pelaksanaan sistem dan prosedur pelayanan yang kurang efektif, kurang responsif terhadap keluhan, masukan dan saran, atau kurang tanggap dengan aspirasi publik,” kata Wali Kota.

Menurutnya, orientasi pelayanan birokrasi harus berubah, termasuk dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mendukung pemberian pelayanan pada masyarakat, yang dapat mendongkrak kinerja pemerintah.

“ Di era pandemi ini, pemberian layanan harus lebih cepat, tanpa harus bertatap muka, dan dilaksanakan dari jarak jauh merupakan suatu kebutuhan mutlak. Terobosan yang baik perlu ditekankan disini,” jelasnya.

Usai pelaksanaan apel, Yuliyanto beserta Sekda Salatiga dan Kepala Dinas Dispora Kota Salatiga juga menerima tropi juara dari klub Hati Beriman FC Salatiga yang berhasil menjadi juara di Piala Soeratin U17 2021. Tim dari Salatiga ini mampu mengalahkan Persiku Kudus dengan skor tipis 1-0 dalam laga di Stadion Utama Kebondalem Kendal, Kamis (06/01). Prestasi Hati Beriman FC tersebut sekaligus mempertahankan sebagai juara Piala Soeratin U17 edisi sebelumnya. (Rief).

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani