URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Shipper sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan solusi logistik dan gudang digital pintar terintegrasi, siap berkomitmen memajukan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Shipper Siap Dorong Kemajuan Ekonomi UMKM

Shipper Siap Dorong Kemajuan Ekonomi UMKM

Shipper Siap Dorong Kemajuan Ekonomi UMKM

featured-img

SEMARANG – Shipper sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan solusi logistik dan gudang digital pintar terintegrasi, siap berkomitmen memajukan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Shipper juga sedia memperkuat daya tahan pelaku UMKM lokal dengan mendorong pemerataan distribusi barang dan ekonomi melalui layanan logistik dan pergudangan pintar di Semarang, Jawa Tengah. Shipper optimis UMKM lokal dapat bertahan bahkan naik kelas dengan inovasi yang dimiliki.

Sebagai penopang perekonomian nasional, pertumbuhan jumlah UMKM di Kota Semarang termasuk salah satu yang tercepat di Indonesia. Even Alex Chandra, AVP External Affairs Shipper menjelaskan, pihaknya ingin membantu pelaku UMKM untuk lebih kuat di tengah melambatnya perekonomian global.

“Mahalnya biaya sewa gudang berikut dengan operasional warehouse management system (WMS) masih menjadi kendala yang dialami UMKM di daerah. Maka dari itu Shipper hadir di berbagai daerah, salah satunya Semarang dengan menyediakan digitalisasi logistik dan pergudangan pintar yang terjangkau dan sistem WMS terkini,” ujarnya.

Shipper mengoperasikan tiga gudang di Kota Semarang dengan total luas 5.450 m2. Salah satu gudang ini terletak di Kawasan Industri Wijayakusuma.

Hingga saat ini, sebanyak 13 UMKM telah menggunakan layanan Shipper di Semarang. “Layanan warehouse fulfillment, yaitu pemenuhan pesanan dari awal order hingga sampai ke tangan pembeli, menjadi layanan Shipper yang paling diminati pelaku usaha di Provinsi Jawa Tengah termasuk Kota Semarang,” bebernya.

Sementara itu, Warehouse Manager Gudang Shipper di Semarang, Ajar Harris Setiabudi juga akan mendorong perdagangan antar daerah antar provinsi dengan memperlancar arus perdagangan dalam negeri pada distribusi layanan logistik dan gudang digital pintar terintegrasi di seluruh Indonesia.

Shipper mengembangkan inovasi teknologi dengan membantu perusahaan logistik pihak ketiga dalam mengelola pesanan, termasuk mengoptimalkan rute pengiriman dan mengemasnya bersama pesanan yang akan dikirim ke tujuan yang sama.

“Upaya ini untuk mengefisiensikan biaya logistik antar kepulauan yang tinggi serta mengurangi ketidakseimbangan distribusi barang akibat belum terintegrasinya konektivitas jaringan logistik nasional,” paparnya.

Menurut catatan Shipper, UKM yang menggunakan teknologi Shipper dapat menghemat hingga 20% biaya pengiriman.

Efisiensi biaya lainnya yang dilakukan Shipper adalah dengan mendekatkan lokasi barang UMKM ke lokasi pasarnya melalui pengelolaan lebih dari 300 gudang pintar yang tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia dengan total lebih dari 500.000 m2.

Disisi lain, pengguna Shipper Lutfia Nurul Aini, mengungkapkan pengalamannya menggunakan layanan logistik dan pergudangan digital Shipper. Wanita yang merupakan pemilik dari merek baju anak-anak Chubbydut ini mengaku bisa menghemat biaya layanan logistik ketika bekerja sama dengan Shipper.

”Pelanggan Chubbydut kebanyakan berada di kawasan Jakarta dan Jawa Barat sehingga awalnya saya berpikir untuk memiliki gudang dan membawa tim sendiri dari Semarang ke Jakarta. Namun saya pasti harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk sewa gudang dan pekerjanya,” katanya.

“Kemudian saya mencoba menggunakan layanan logistik dan pergudangan Shipper yang di Jakarta. Setelah berjalan tiga bulan bersama Shipper, Chubbydut mengalami kenaikan penjualan hingga 200%,” lanjutnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara