URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pria paruh baya bernama Afandi (60) asal Semarang menemukan seekor satwa langka yaitu elang laut dada putih dengan nama latin Haliaeetus leucogaster atau biasa dijuluki "Mesin Terbang". Sang kakek menemukan elang itu saat jatuh di area puskesmas Ngemplak Simongan Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Si “Mesin Terbang” Elang Laut Dada Putih, Satwa Dilindungi Yang Ditemukan di Semarang

Si “Mesin Terbang” Elang Laut Dada Putih, Satwa Dilindungi Yang Ditemukan di Semarang

Si “Mesin Terbang” Elang Laut Dada Putih, Satwa Dilindungi Yang Ditemukan di Semarang

featured-img

Berikutnya, Pulau Komodo, Pulau Bali, Sulawesi hingga Papua. Dengan kemampuan terbang mencapai 115 kilometer perjam sehingga elang laut dada putih kerap dijuluki sebagai si mesin terbang.

Sedangkan Kepala BKSDA Jateng, Darmanto menyebut, elang laut dada putih yang diamankan di Kampung Srinindito termasuk dalam status konservasi rendah.

“Meski begitu elang laut dada putih termasuk hewan yang dilindungi,” kata Darmanto.

Dilihat dari rentang sayap dan postur tubuhnya, Darmanto memperkirakan jika elang laut dada putih tersebut telah berusia dewasa. Setelah hewan tersebut diamankan, ia bersama dokter hewan akan memantau perkembangan perilaku satwa tersebut selama ditaruh di kandang.

Jika perilakunya masih liar, maka elang laut dada putih akan dikembalikan ke alam bebas. Namun kalau sifat liarnya sudah berkurang, personilnya akan membawanya ke lokasi rehabilitasi yang ada di Jakarta.

“Kalau sudah tidak liar maka direhabilitasi di kandang habituasi milik Pemprov DKI Jakarta. Kemudian ditaruh ke Kepulauan Seribu untuk mengembalikan sifat liarnya,” jelasnya.

Ia meminta kepada masyarakat agar tidak lagi memelihara burung elang. Selain termasuk satwa langka, memelihara elang justru membahayakan ekosistem dan melanggar undang-undang.

Ia juga akan terus memantau hewan piaraan milik masyarakat dengan melibatkan para mitra polisi hutan.

“Kami selalu rutin menyebar mitra polhut untuk menyosialisasikan larangan memelihara satwa yang dilindungi negara terutama pelarangan memelihara burung elang,” imbuhnya.

Halaman 2 dari 2
✓ Selesai Dibaca

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved