URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi dalam Forum Group Discussion Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 di Kantor Bappeda Jateng, Kamis (25/6/2026). Program yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi itu dinilai berhasil memperluas layanan kesehatan spesialis hingga pelosok desa, mendukung pembangunan nasional, dan layak direplikasi di daerah lain.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas

Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas

Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas

Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) menjadi salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah mendapat apresiasi
featured-img

SEMARANG — Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang paling banyak mendapat apresiasi. Program yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tersebut dinilai berhasil menghadirkan layanan kesehatan spesialis lebih dekat kepada masyarakat hingga pelosok desa, sekaligus mendukung target pembangunan nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Perencana Ahli Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Taufik Hanafi, menilai berbagai program yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi telah selaras dengan tiga prioritas utama pembangunan nasional, yakni pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Speling menjadi salah satu inovasi yang layak menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu memperluas akses layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat secara langsung.

“Strategi keberlanjutan seperti ini perlu dibagikan agar bisa direplikasi oleh daerah lain,” ujar Taufik.

Selain Speling, ia juga mengapresiasi berbagai program di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, seperti pengembangan sekolah vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dinilai mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kalau kami lihat, apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah sudah mencakup tiga pilar pembangunan secara terintegrasi,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Biro Perencanaan, Organisasi, dan Tata Kelola Kementerian PPN/Bappenas, Ahmad Dading Gunadi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang berada di atas rata-rata nasional menunjukkan arah pembangunan yang positif dan perlu dijaga keberlanjutannya.

Dading juga menyoroti keberhasilan program Speling yang telah menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Bahkan, menurutnya, capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi secara nasional.

“Speling ini sangat bagus dengan jangkauan layanan yang luar biasa. Program ini hadir pada masa pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi Fakultas Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ridwan Sutriadi, mengapresiasi strategi pembangunan Jawa Tengah yang dinilai mampu mengintegrasikan pengembangan wilayah, mitigasi perubahan iklim, tata ruang, serta dukungan terhadap program strategis nasional.

Program yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mendapat apresiasi dari Bappenas dan Akademisi

Dalam paparannya, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Jawa Tengah. Pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 74,77, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,24 persen.

Di sektor investasi, realisasi sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang. Sementara pada triwulan I tahun 2026, investasi telah mencapai Rp23,02 triliun dan menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Untuk mendukung program prioritas nasional, Jawa Tengah juga mencatat sejumlah capaian penting. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 9 juta penerima manfaat. Program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mencapai 20.253 unit pada 2025, sementara program Sekolah Rakyat telah berjalan di 14 titik dengan total 1.275 siswa dan Sekolah Garuda di enam lokasi.

Tak hanya itu, Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 9,5 juta warga atau menjadi yang tertinggi di Indonesia. Di bidang pemberdayaan ekonomi desa, sebanyak 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan 6.271 di antaranya sudah beroperasi.

Ahmad Luthfi mengatakan, keberhasilan Speling tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta rumah sakit pemerintah maupun swasta.

“Program Speling kami jalankan bersama seluruh kabupaten/kota dan rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Program ini juga kami integrasikan dengan Gerakan Pangan Murah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved