URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kekecewaan Warga Candigaron, Semarang atas Sertifikat Tanah yang Berubah Status sebagai Hak Tanggungan Bank. Sebuah laporan mengungkapkan bahwa puluhan warga di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, merasa kecewa karena sertifikat tanah yang mereka gunakan sebagai jaminan pinjaman telah berubah kepemilikan menjadi atas nama sebuah bank di Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Tak Hanya Berganti Pemilik, Sertifikat Tanah Warga Sumowono Ternyata Dijadikan HT Bank

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Tak Hanya Berganti Pemilik, Sertifikat Tanah Warga Sumowono Ternyata Dijadikan HT Bank

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Tak Hanya Berganti Pemilik, Sertifikat Tanah Warga Sumowono Ternyata Dijadikan HT Bank

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Kekecewaan puluhan warga Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang yang menjadikan sertifikat tanahnya sebagaj jaminan pinjaman semakin bertambah. Selain berganti kepemilikan, ternyata sertifikat tanah tersebut sudah berstatus sebagai Hak Tanggungan (HT) sebuah bank di Kota Semarang.

Hal itu diketahui dari keterangan yang disampaikan oleh Edi Juwandiyanto (48), salah seorang warga yang menjadi korban. Sebelumnya, Edi menjadikan sertifikat tanah seluas 3.800 meter persegi atas nama ayahnya tersebut sebagai jaminan atas pinjaman sebesar Rp 250 juta yang diberikan pemberi pinjaman yakni seorang warga Kota Semarang berinisial SC (sebelumnya ditulis NS). Rencananya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal usaha membangun kandang ayam.

“Sesuai perjanjian, setahun kemudian saya melunasi secara bertahap. Sebelum pelunasan terakhir, SC malah tidak bisa ditemui lagi sampai sekarang dan sertifikatnya berganti nama atas nama dia,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (27/7/2023).

Menurut pengakuannya, ia tidak mengerti bagaimana prosesnya hingga sertifikat milik ayahnya itu bisa dibalik nama dan berganti kepemilikan. Padahal, sesuai perjanjian sertifikat tersebut merupakan agunan dan tidak ada akta jual beli.

Tak hanya itu, ia dan puluhan warga yang lain semakin kaget ketika mengetahui bahwa sertifikat tersebut sudah menjadi HT di sebuah bank di Kota Semarang.

“Jadi digunakan sebagai agunan di bank, setelah saya cari tahu nilainya Rp 5 miliar,” sambungnya.

Sementara salah seorang pendamping para korban dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kendal, Iwan Susanto menyatakan telah mengadukan hal tersebut ke DPRD Kabupaten Semarang dan melaporkannya kepada Polres Semarang.

“Saat ini masih menunggu proses dari kepolisian serta mengharapkan pengawalan dan pengawasan dari DPRD Kabupaten Semarang,” paparnya. (win)

BACA JUGA :

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menggagalkan penyelundupan sabu menggunakan bus antarkota dengan menangkap kondektur berinisial DM (38) di Gerbang Tol Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026). Polisi menyita 3,77 gram sabu yang disembunyikan dalam botol permen dan kini memburu pemasok berinisial A yang diduga memasok narkotika untuk diedarkan di wilayah Jawa Tengah.
Sabu Disembunyikan di Botol Permen, Kondektur Bus Antarkota Ditangkap di Gerbang Tol Banyumanik
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved