KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Survei Membuktikan!, Supriyadi Tempati Posisi Teratas Bakal Calon Wali Kota Semarang 2024

Survei Membuktikan!, Supriyadi Tempati Posisi Teratas Bakal Calon Wali Kota Semarang 2024

Survei Membuktikan!, Supriyadi Tempati Posisi Teratas Bakal Calon Wali Kota Semarang 2024

Jelang Pemilihan Wali Kota Semarang yang akan digelar pada November 2024, beberapa nama berpengaruh mulai mencuat sebagai bakal calon. Nama-nama seperti Kadalusman, Supriyadi, Iswar Aminudin, dan Soemarmo menjadi perbincangan utama di kalangan warga.
 Foto dok IST
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Supriyadi namanya tiba-tiba berada di urutan teratas dalam survey calon Wali Kota Semarang.

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Jelang Pemilihan Wali Kota Semarang yang akan berlangsung pada November 2024, beberapa nama berpengaruh mulai muncul dalam bursa bakal calon.

Nama-nama seperti dua ketua dan mantan DPRD Kota Semarang, Kadalusman dan Supriyadi, mendominasi percakapan di kalangan warga.

Bahkan menurut survei terbaru oleh Polingkita yang dimulai pada Sabtu, 20 April 2024, Supriyadi, mantan Ketua DPRD Kota Semarang dan pengurus DPD PDI Perjuangan, menempati posisi teratas dengan dukungan yang signifikan.

Jika pemilihan dilakukan saat ini, Supriyadi akan mendapatkan dukungan terbanyak diikuti oleh Hevearita G Rahayu, atau lebih dikenal sebagai Mbak Ita, Wali Kota Semarang petahana dengan perolehan 32,1% dukungan.

Selain mereka, sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminudin, dan mantan Sekda, Soemarmo, juga kembali masuk dalam radar calon dengan masing-masing mendapat dukungan 3,4% dan 2,4%.

Di antara nama-nama baru, Ade Bakti yang dikenal sebagai Mas Camat oleh warga Semarang, menempati posisi ketiga dalam survei dengan perolehan dukungan sebesar 13%.

Dikonfirmasi hasil tersebut, Supriyadi mengaku tak mempersoalkan poling itu. Dia menyatakan, biar mengalir saja seperti air.

“Mengalir saja, biar yang lainnya yang merasa sudah mampu. Kewenangan sepenuhnya adalah dari partai untuk menunjuk kandidat atau calon,” ujar Lek Di, panggilan akrabnya.
Disatu sisi Supriyadi menunjukkan bahwa Semarang tetap menjadi kandang banteng.

Supriyadi tidak mau berandai-andai apakah maju atau tidak dalam Pilwakot nanti. Saat ini ia mengaku masih fokus menyelesaikan tugasnya di Komisi D DPRD Kota Semarang.

“Tak elok kalau menyodorkan diri. PDIP itu amat demokratis dan melihat kader secara meritokrasi. Tak bisa asal modal ngetop atau modal duit trus memaksakan kehendak jadi calon. Semua ada aturannya,” katanya.

Supriyadi juga mengaku menunggu arahan dari partainya. Karena selaku kader, loyalitas menjadi hal yang tak bisa ditawar.

“Apalagi untuk kepentingan pribadi. Nomer satu loyal dulu kemudian tunggu arahan partai. Kalau ditugasi ya tidak boleh nolak,” ujar pria yang selalu tampil
low profile ini.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
[pekok2]