URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Andreas Himawan (50) warga Tanggul Mas Barat XII/464, RT 11 RW 10, Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara dianiaya oleh kedua temannya sendiri yang sedang dalam kondisi mabuk.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Terima Diejek, Dua Warga Semarang Yang Sedang Mabuk Aniaya Temannya

Tak Terima Diejek, Dua Warga Semarang Yang Sedang Mabuk Aniaya Temannya

Tak Terima Diejek, Dua Warga Semarang Yang Sedang Mabuk Aniaya Temannya

featured-img

SEMARANG – Andreas Himawan (50) warga Tanggul Mas Barat XII/464, RT 11 RW 10, Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara dianiaya oleh kedua temannya sendiri yang sedang dalam kondisi mabuk.

Dua temannya yang merupakan warga Kampung Kentangan, Semarang Tengah itu bernama Paimo dan Joko Rusmanto itu menganiaya korban ketika sedang minum-minuman keras (miras) di Kampung Kentangan Selatan, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah pada Selasa (28/12/2021).

Hal itu dipicu ucapan korban, Andreas, yang mengatakan bahwa para warga tersebut tidak mampu membeli minuman keras. Andreas juga menunjuk-nunjuk kepada salah satu tersangka, Paimo, bahwa dirinya adalah cina kere (China miskin) cikirikik.

“Andreas nunjuk-nunjuk Paimo, katanya Paimo itu cina kere cikirikik, mana mampu beli minuman keras ini,” terang salah satu tersangka, Joko Rusmanto di Mapolrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022).

Karena merasa tak terima dengan ucapan korban tersebut, kemudian Andreas dipukul di bagian kepalanya oleh Paimo dan Joko menggunakan botol minuman yang sudah kosong.

“Saya pukul pakai botol yang sudah kosong isinya,” ucap Joko.

Andreas kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian. Sebetulnya, Joko berupaya menyelesaikan kasus penganiyaan tersebut dengan cara kekeluargaan. Mereka telah mendatangi rumah Andreas namun ditolak.

“Kami sudah datang ke rumahnya tapi tidak diterima,” beber Joko.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengungkapkan, korban mengalami sejumlah luka-luka di bagian kepala. Ia mendapatkan 3 jahitan di dahi, 5 jahitan di kepala belakang dan mengalami lebam di bagian mata.

“Korban mendapat 3 jahitan di dahi dan 5 di kepala belakang, juga lebam-lebam di bagian mata,” paparnya.

Saat ini, Joko Rusmanto telah ditahan dan masih ada satu pelaku lainnya bernama Paimo yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka atas nama Joko Rusmanto sudah kami amankan, untuk Paimo masih DPO,” katanya.

Kedua pelaku kemudian dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan Bersama-sama dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan