URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras yang melanda Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat malam (15/3/2024) menyebabkan longsor pada bantaran sungai. Longsor ini dipicu oleh derasnya aliran sungai Gobak yang menggerus bantaran di sekitarnya, mengancam jalan utama yang menghubungkan antar kecamatan dan kabupaten tetangga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tanah Longsor Akibat Hujan Deras, Jalan Penghubung Antar Kabupaten ini Kondisinya Mengkhawatirkan

Tanah Longsor Akibat Hujan Deras, Jalan Penghubung Antar Kabupaten ini Kondisinya Mengkhawatirkan

Tanah Longsor Akibat Hujan Deras, Jalan Penghubung Antar Kabupaten ini Kondisinya Mengkhawatirkan

Hujan deras yang melanda Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat malam (15/3/2024) menyebabkan longsor pada bantaran sungai. Longsor ini dipicu oleh derasnya aliran sungai Gobak yang menggerus bantaran di sekitarnya, mengancam jalan utama yang menghubungkan antar kecamatan dan kabupaten tetangga.
Foto Arief Rasika
Sejumlah perangkat Desa Plumutan Bancak saat meninjau tanah longsor akibat hujan deras di Dusun Kalisari Desa Plumutan Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2024).
featured-img

RASIKAFM.COM | BANCAK – Hujan deras yang mengguyur Desa Plumutan Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang Jawa Tengah membuat bantaran sungai longsor pada Jumat (15/3/2024) malam.

Longsornya bantaran sungai ini disebabkan oleh derasnya air sungai Gobak hingga menggerus bantaran sungai yang ada di sampingnya.

Selain itu jalan utama penghubung antar kecamatan dan kabupaten tetangga ini terancam terputus, sehingga warga harus waspada saat melewati jalan tersebut.

Pantauan rasikafm.com dilokasi, Bantaran sungai yang longsor memiliki panjang sekitar 150 meter dan tinggi sekitar 30 meter ini akan terus longsor karena tanah bantaran tersebut merupakan tanah bergerak yang berasal dari tanah lempung atau tanah liat.

Saat ditemui dilokasi, Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto mengatakan jika di wilayah tersebut hujan dengan intensitas tinggi, maka dikhawatirkan longsoran tersebut akan mengerus jalan raya.

“Jika hujan sekali lagi mungkin sudah sampai ke jalan (longsornya). Kondisi tanah disini kan lempung atau tanah liat jadi mudah sekali terbawa air,” kata Suji Sabtu (16/3/2024).

Dirinya menambahkan jika hujan dan banjir yang sangat besar bisa menyebabkan tanah yang diatas ikut meleleh dan ikut hanyut.

Menurutnya jika jalan utama penghubung antar kecamatan terputus maka warga di Kecamatan Bancak akan terisolir. Bahkan akses jalan dari Bringin, Bancak ke arah Boyolali bisa Lumpuh, karena jalan ini merupakan satu satunya akses yang bisa dilalui.

Pemerintah Desa berharap agar Pemerintah Kabupaten Semarang dapat menangani tanah longsor ini sehingga warga tidak khawatir terutama saat melintas di jalan raya.

“Semoga cepat ditangani oleh pemerintah Kabupaten Semarang karena ini termasuk jalan kabupaten agar masyarakat kami nanti tidak terisolir,” ungkapnya.

KEPALA DESA PLUMUTAN SUJI HARYANTO

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga