URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebuah gudang barang rongsokan milik Tamrin (52), warga Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, roboh pada Minggu malam, 6 Oktober 2024, diduga karena tanah longsor di lereng jurang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gudang Barang Rongsok di Ungaran Ambruk, 1 Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Gudang Barang Rongsok di Ungaran Ambruk, 1 Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Gudang Barang Rongsok di Ungaran Ambruk, 1 Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Warga melihat kondisi gudang rongsokan di Dusun Tompo Gunung, Kalongan yang sudah rata dengan tanah, Senin (7/10/2024). Foto: win
Warga melihat kondisi gudang rongsokan di Dusun Tompo Gunung, Kalongan yang sudah rata dengan tanah, Senin (7/10/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah gudang barang rongsokan milik Tamrin (52) warga Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang roboh, Minggu (6/10/2024) malam. Diduga, ambruknya bangunan itu disebabkan oleh tanah longsor karena posisi bangunan berada di lereng jurang.

Musibah ini menimbulkan satu orang meninggal dunia, dan tiga lainnya luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Pantauan rasikafm.com di lokasi kejadian pada Senin (7/10/2024), tampak bangunan sudah rata dengan tanah dan menyisakan beberapa bagian saja. Sejumlah warga bergotong royong membersihkan puing-puing reruntuhan dan menyelamatkan barang yang ada.

Ngaimin (36), salah seorang saksi kejadian mengatakan, musibah ini terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. Saat itu ia mendengar suara bangunan roboh yang cukup keras.

“Setelah itu ada suara teriakan minta tolong, warga sekitar mendekat ternyata ada bangunan yang ambruk,” kata dia.

Warga segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan dengan alat seadanya. Diketahui, terdapat empat orang di dalam bangunan itu.

“Mereka lagi ngobrol di dalam, mungkin lelah setelah kerja sambil istirahat. Yang satu orang (perempuan) posisinya terpisah, di dalam kamar,” ungkapnya.

Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Seluruh korban dilarikan ke RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran untuk diberikan pertolongan.

“Satu orang meninggal dunia, sisanya mengalami luka-luka,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Ungaran, Kompol Giri Narwantono mengatakan, identitas korban meninggal dunia adalah Senadi (38) warga Singorojo, Kendal. Sedangkan tiga korban luka-luka lainnya yakni Tamrin (52) pemilik gudang, Siti Aminah (45) pekerja gudang rongsokan, dan Mas’ud (35) warga Singorojo, Kendal.

“Tadi sudah kami pasang garis polisi di lokasi kejadian. Bersama BPBD juga telah dilakukan pemeriksaan dan kami pastikan sudah tidak ada korban lain,” terangnya. (win)

BACA JUGA :

Sebuah truk trailer bermuatan baja sekitar 65 ton mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Kali Bodri, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026) dini hari. Kendaraan yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya itu menabrak pelindung pilar jembatan diduga akibat pengemudi mengalami microsleep karena kelelahan. Tidak ada korban jiwa, namun truk dan struktur pengaman jembatan mengalami kerusakan.
Diduga Kejar Waktu dan Alami Microsleep, Truk Angkut 65 Ton Baja Hantam Pilar Jembatan Kali Bodri Kendal
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

26 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 06.00–10
26 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 06.00–10.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter, Pesisir Utara Jawa Tengah Waspada Rob
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat (26/6/2026) pukul 06.00–10.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 26 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,2 derajat Celsius dengan kelembapan 92 persen, sementara hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Tengah bagian timur pada siang hingga awal malam.
26 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Sebagian Wilayah Jawa Tengah Timur Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 26 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00...
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menerjunkan 183 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh usaha nonpertanian, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. BPS menekankan profesionalisme petugas dan mengapresiasi respons kooperatif masyarakat guna menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi.
Petugas Sensus Ekonomi Turun ke Lapangan, Respons Warga Salatiga Seperti apa?
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menerjunkan 183 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh usaha nonpertanian, mulai...
Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas
Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas
Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi dalam Forum Group Discussion Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 di Kantor Bappeda Jateng,...
AIR BERSIH
Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah, Pemkab Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih
Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi musim kemarau 2026, termasuk mengalokasikan 150 tangki air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Bantuan melalui BPBD, Baznas,...
Muat Lebih

POPULER

Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan