RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tekan Lakalantas Saat Nataru, Polres Semarang Siagakan Satgas Quick Respon

Tekan Lakalantas Saat Nataru, Polres Semarang Siagakan Satgas Quick Respon

Tekan Lakalantas Saat Nataru, Polres Semarang Siagakan Satgas Quick Respon

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menghadapi liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), Polres Semarang yang dalam hal ini Sat Lantas bersama instansi terkait telah menyiagakan Satgas Quick Respon.

Satgas tersebut nantinya akan bertugas mengamankan arus lalu lintas, menekan fatalitas hingga penanganan kecelakaan selama kegiatan masyarakat dalam menyambut libur Nataru sehingga tercipta keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Semarang Iptu Sutarto menyampaikan pengamanan Nataru merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun. Satgas Quick Respon yang telah dibentuk ini diharapkan bisa memberikan penanganan yang cepat manakala terjadi kecelakaan dan antisipasi terhadap kemungkinan fatalitas sebagai akibatnya.

“Satgas Quick Respon ini segera akan bekerja dalam mengamankan Nataru selama 11 hari, dari tanggal 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023,” ungkapnya usai memimpin apel gelar pasukan Satgas Quick Respon di Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (19/12/2022).

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada instansi terkait yang selama ini telah bekerjasama. Semoga sinergitas yang telah terjalin tetap terjaga sehingga saat Nataru dan seterusnya dapat memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya kamseltibcarlantas.

Sementara Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra saat dihubungi secara terpisah menuturkan peran serta dan sinergitas yang baik dari instansi terkait dapat membantu masyarakat dalam mendukung kamseltibcarlantas saat liburan Nataru.

“Apel ini diadakan sebagai bentuk kesiapsiagaan tim Quick Respon terpadu dalam menghadapi kesiapan Operasi Lilin Candi 2022 dalam rangka pengamanan Nataru,” terangnya.

Sebagai informasi, selain dari pihak Sat Lantas, dalam apel itu juga dihadiri Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, PT Jasa Raharja, BPBD, PT Trans Marga Jateng dan tim dari layanan kesehatan. (win)

 

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani