[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Terkait Kisruh Partai Demokrat, AHY: Kami Tak Perlu Minta Maaf ke Presiden

Terkait Kisruh Partai Demokrat, AHY: Kami Tak Perlu Minta Maaf ke Presiden

Terkait Kisruh Partai Demokrat, AHY: Kami Tak Perlu Minta Maaf ke Presiden

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto/IST)

UNGARAN – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menolak untuk meminta maaf kepada presiden Jokowi terkait kisruh yang terjadi dalam partai tersebut. Demikian disampaikan AHY saat konsolidasi tatap muka seluruh pimpinan, pengurus dan kader utama Partai Demokrat Jateng di kawasan Umbul Sidomukti, Jimbaran, Kabupaten Semarang belum lama ini.

AHY menilai pihaknya tak perlu meminta maaf usai pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Kubu Moeldoko sebab telah melakukan klarifikasi kepada pemerintah. Menurutnya, permintaan maaf kepada pemerintah semestinya dilakukan oleh pihak-pihak yang menggelar KLB Partai Demokrat di Deli Serdang. Sebab, mereka dinilai telah membuat keonaran dan mempertontonkan politik yang buruk. Selain itu, Partai Demokrat tidak pernah menuduh pemerintah dalam kisruh yang dialami. Ia justru mengaku menjadi pihak yang pertama kali mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi usai pemerintah menolak hasil KLB Demokrat kubu Moeldoko.

AHY menambahkan, ia tak gentar terhadap Kubu KLB Moeldoko yang akan menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ia menilai banyak kejanggalan yang digunakan kubu KLB dalam menggugat AD/ART Partai Demokrat. Di antaranya mengatakan AD/ART Partai Demokrat tidak sah. (win)

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px